Protein Shake Bikin Otot Cepat Besar? Ini Fakta dari Ahli yang Perlu Diketahui
Protein shake tidak otomatis membentuk otot. Ahli menjelaskan manfaat, risiko, dan cara konsumsi yang tepat agar hasil latihan lebih optimal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-protein shake semakin populer di kalangan masyarakat yang rutin berolahraga. Minuman tinggi protein ini kerap diklaim mampu mempercepat pembentukan otot hingga membantu menurunkan berat badan. Namun, para ahli menegaskan bahwa manfaat protein shake sering kali disalahpahami. Bagi sebagian besar orang, kebutuhan protein sebenarnya dapat dipenuhi melalui makanan sehari-hari tanpa harus mengandalkan suplemen.
Mengutip laporan BBC, Profesor Fisiologi Manusia di Liverpool John Moores University, Graeme Close, menjelaskan bahwa orang yang rutin menjalani latihan kekuatan memang membutuhkan asupan protein lebih tinggi, yakni sekitar 1,5 gram per kilogram berat badan per hari.
Meski demikian, jumlah tersebut umumnya masih bisa dipenuhi melalui pola makan yang seimbang.
Makanan Tinggi Protein Masih Jadi Pilihan Terbaik
Kebutuhan protein harian dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan alami, seperti:
1. Telur.
2. Daging ayam tanpa lemak.
3. Ikan.
4. Daging sapi rendah lemak.
5. Susu dan yoghurt.
6. Tahu.
7. Tempe.
8. Kacang-kacangan.
Menurut Graeme Close, protein shake lebih tepat dipandang sebagai pelengkap ketika seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan protein dari makanan, misalnya karena keterbatasan waktu atau kondisi tertentu.
Protein Saja Tidak Cukup Membentuk Otot
Banyak orang mengira mengonsumsi protein shake secara rutin otomatis membuat tubuh lebih berotot. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Otot berkembang karena adanya rangsangan dari latihan beban yang dilakukan secara konsisten. Setelah latihan, tubuh memanfaatkan protein untuk memperbaiki dan membangun jaringan otot.
Personal trainer Scott Laidler menegaskan tidak ada suplemen yang mampu menggantikan manfaat latihan fisik, pola makan sehat, dan istirahat yang cukup.
Mengonsumsi protein shake tanpa program latihan yang tepat tidak akan menghasilkan pertumbuhan otot yang signifikan.
protein shake untuk Diet, Efektifkah?
protein shake juga sering digunakan sebagai pengganti makan untuk menurunkan berat badan.
Namun, dokter sekaligus pelatih kebugaran Dr. Aishah Iqbal mengingatkan bahwa metode tersebut cenderung sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Selain kandungan vitamin, mineral, dan seratnya tidak selengkap makanan utuh, berat badan juga berpotensi kembali naik ketika seseorang menghentikan kebiasaan mengonsumsi protein shake sebagai pengganti makan.
Tips Aman Mengonsumsi protein shake
Bagi orang yang memang membutuhkan tambahan protein, ahli gizi olahraga Rick Miller menyarankan beberapa hal berikut:
1. Pilih produk dari merek yang memiliki reputasi baik.
2. Konsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.
3. Tetap utamakan makanan utuh sebagai sumber protein utama.
4. Hindari konsumsi protein berlebihan, terutama bagi penderita gangguan ginjal.
5. Kombinasikan dengan latihan kekuatan dan istirahat yang cukup.
6. Kunci Tubuh Bugar Bukan Sekadar Suplemen
protein shake memang dapat menjadi pilihan praktis bagi sebagian orang, terutama atlet atau mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan protein harian dari makanan.
Namun, bagi kebanyakan orang, suplemen ini bukanlah kebutuhan wajib. Pola makan bergizi seimbang, latihan beban secara rutin, tidur yang cukup, serta gaya hidup sehat tetap menjadi faktor utama dalam membangun massa otot, meningkatkan kebugaran, dan menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.***
Editor : JakaPermana


