PSEL Kayu Manis Disambut Baik Warga, Kota Bogor Pelopor Pengelolaan Sampah

Setelah melakukan pertemuan dengan warga Kayu Manis di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor pada Kamis (23/4/2026) siang.

PSEL Kayu Manis Disambut Baik Warga, Kota Bogor Pelopor Pengelolaan Sampah
Setelah melakukan pertemuan dengan warga Kayu Manis di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor pada Kamis (23/4/2026) siang. /INILAHKORAN-Rizki Mauludi

INILAHKORAN.ID - Setelah melakukan pertemuan dengan warga Kayu Manis di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor pada Kamis (23/4/2026) siang. Rencana Pemkot Bogor untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayu Manis mendapat sambutan positif. 

Bahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor juga yang turut hadir sama sosialisasi mendukung PSEL aglomerasi ini. 

Tokoh masyarakat Kayu Manis, Cecep Fatahillah memaparkan, setelah mendengar secara langsung dan melihat video soal PSEL, dirinya menilai langkah ini sebagai inovasi penting yang sudah lama ditunggu untuk membebaskan Kota Bogor dari ancaman darurat sampah.

"Sampah jangan sampai terus menumpuk dan hanya menjadi sumber musibah atau penyakit. Dengan teknologi PSEL ini, alam tidak dirusak melainkan dirapikan. Jika program ini memberikan yang terbaik untuk penataan kota dan bukan untuk kepentingan pribadi, kami masyarakat Kayu Manis pasti mendukung penuh," ungkap Cecep kepada wartawan. 

Cecep menerangkan, bahwa ini adalah momentum bagi Kota Bogor untuk menjadi pelopor pengelolaan sampah modern. 

"Kami tidak boleh lagi sekadar menjadi penonton seperti melihat Singapura dan negara maju lainnya yang sudah menerapkan PSEL. Kini saatnya kita yang menjadi pemainnya," tegasnya.

Senada dengan perwakilan warga, Anggota DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi menegaskan, dukungannya dari kursi legislatif. Tetapi ada catatan khusus kepada Pemkot Bogor agar pelibatan warga lokal tetap menjadi prioritas utama di setiap tahapan.

"Harapan kami, program ini menjadi solusi konkret permasalahan sampah di Kota Bogor. Kami menekankan kepada eksekutif agar terus melibatkan masyarakat dan memaksimalkan sosialisasi hingga ke tingkat bawah. Saya yakin, jika dikelola dengan transparan dan menguntungkan warga di wilayah Kayu Manis, semuanya pasti akan mendukung kelancaran proyek ini," jelas Ahmad.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengapresiasi antusiasme warga dan dewan. Bahwa proyek yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 ini dirancang dengan sangat matang agar tidak mengusik kenyamanan masyarakat sekitar.

"PSEL Kayu Manis merupakan proyek batch kedua yang disiapkan untuk melayani kawasan aglomerasi Kota Bogor dan Kota Depok dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.000 ton per hari. Rinciannya 300 ton dari Kota Bogor dan 700 ton dari Kota Depok," tuturnya. 

Denny menerangkan, terkait operasional, akses jalan truk sampah nantinya akan dibuatkan jalur khusus langsung dari Jalan Soleh Iskandar. 

"Jadi, kendaraan berat tidak akan melewati atau merusak jalan lingkungan warga, serta dipastikan tidak mengganggu aktivitas warga setempat," terangnya. 

Anggota Tim Stakeholder Management Danantara, Galih Nurhidayah menargetkan proses lelang kolaborasi dengan pihak swasta dapat segera berjalan dalam waktu dekat.

"Alhamdulillah, diskusi hari ini berjalan lancar dan semua, stakeholder siap mendukung PSEL di Kayu Manis. Untuk target waktunya, kami mengusahakan proses tender PSEL Kayu Manis sudah bisa dimulai pada bulan Mei ini. Mudah-mudahan pemenang atau penyedia teknologinya sudah bisa ditetapkan pada bulan Oktober mendatang," pungkas Galih.

Diketahui, Pemkot Bogor akan melakukan groundbreaking untuk proyek PSEL batch perdana di Galuga pada bulan Juni 2026 mendatang, yang digadang-gadang akan menjadi fasilitas pertama PSEL di Indonesia.***


Editor : JakaPermana