PT Jaswita Incar Berbagai Proyek Strategis di Tahun 2022

PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabarmembidik sejumlah proyek strategis pada tahun 2022. Jaswita pun mulai membidik bisnis reparasi.

PT  Jaswita Incar Berbagai Proyek Strategis di Tahun 2022
Dari kiri: Komisaris Sri Mulyono, Komisaris Utama Yossi Irianto, General Manager Operational Aerowisata Ahmad Kamil AR, Direktur Utama Jaswita Jabar Deni Nurdyana Hadimin, Direktur Keuangan dan SDM M. Shobirin F Hamid, Direktur Operasional Agoes Darmadi. (Istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar membidik sejumlah proyek strategis pada tahun 2022.

Tak hanya dibidang pariwisata, Jaswita BUMD milik Pemprov Jabar ini juga mulai membidik bisnis reparasi dan perawatan mobil, dan motor jasa perbengkelan, meliputi penjualan, perbaikan, perawatan dan suku cadang (sparepart).

Selain itu, rencana kerja operasional Jaswita tahun 2022 akan difokuskan pada tiga hal, yaitu sistem akuntansi & keuangan, sumber daya manusia dan Good Corporate Governance (GCG). Pada sistem akuntansi & keuangan akan mengimplementasikan sistem informasi keuangan yang terintregasi.

Baca Juga: DPRD Jabar Minta Jaswita Maksimalkan Aset

Direktur Utama PT Jaswita Jabar Deni Nurdiyana Hadimin mengatakan, di tahun 2022, Jaswita menetapkan strategi untuk menjalankan bisnis inti di bidang kepariwisataan, properti dan jasa.

Strategi Unit bisnis yang akan dilaksanakan meliputi aktivitas agen perjalanan meliputi penyelenggaraan tour dan jasa yang tidak terbatas pada destinasi wisata, industri pariwisata dan pemasaran pariwisata.

Pada bidang properti akan dilaksanakan kegiatan pembangunan kawasan, pembangunan residensial dan pembangunan tanah dan bangunan. Strategi pada unit bisnis perdagangan, reparasi dan perawatan mobil dan motor jasa perbengkelan meliputi penjualan, perbaikan, perawatan dan suku cadang (sparepart).

Baca Juga: Kelola Hejo Forest, Jaswita Lakukan Kolaborasi 

Adapun rencana kerja pengembangan bisnis Jaswita di tahun 2022 meliputi pembangunan Pondok Seni Pangandaran, franchise café & resto di area Braga, pembangunan Jaswita Wisma Capsule di jalan Ambon, renovasi dan pengelolaan Grand Hotel Preanger, pembangunan Pasar Kreatif Jawa Barat, dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Ciater.

Kemudian, pembangunan Hotel Bintang 3 di BIJB, pembangunan hotel di Wastukencana, revitalisasi Eks-Palaguna, pengembangan Desa Wisata Selasari, renovasi dan pengelolaan Hejo Forest di Ciwidey.

Selain itu, ada pula pengembangan dan pengelolaan Kapal Pinisi di Labuan Bajo dan pengembangan Platform E-Commerce Jaswita (Gurilaps) dengan total nilai investasi sekitar 1,9 triliun.

Baca Juga: Antisipasi Masalah Perdata dan PTU, Jaswita dan Kejati Jabar Jalin Kesepakatan

Deni mengakui, tahun 2021 masih merupakan tahun yang banyak memberikan tantangan kepada Jaswita Jabar.

"Harus diakui, pandemi Covid 19 dan masih adanya berbagai kebijakan pembatasan dengan tujuan untuk pencegahan Covid 19 menjadi salah satu kendala dalam upaya Jaswita Jabar untuk ngabret di tahun 2021" ungkapnya berdasarkan rilis yang diterima, Rabu 29 Desember 2021.

Namun demikian, beragam tantangan ini tidak membuat semangat Jaswita Jabar turun.

"Pada tahun 2021 ini, kami tetap berinovasi dan membangun kolaborasi dengan banyak pihak, agar Jaswita Jabar tetap bertumbuh meski masih belum mencapai target yang diinginkan," tegas Deni.

Salah satu buktinya, menurut Deni adalah raihan 19 penghargaan yang diraih Jaswita Jabar selama tahun 2021.

 Baca Juga: BUMD Berlomba Ambil Bagian Tangani Covid-19, Jaswita Jabar Juga

"Alhamdulillah, 19 penghargaan ini menjadi salah satu yang memicu kami untuk tidak menyerah dengan keadaan. Mudah-mudahan ke depan, kondisi akan semakin membaik, iklim usaha kembali tumbuh dan Jaswita Jabar bisa kembali ngebut menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah yang tertunda," tegasnya.

Deni berharap, dengan terlaksananya RUPS-LB dalam hal penetapan tiga agenda utama ini Jaswita Jabar mampu mencapai target yang telah ditentukan, membangun hubungan lebih luas dengan mitra, dan mengembangkan bisnis yang ada sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif semakin meningkat. ***   (Rianto Nurdiansyah)


Editor : inilahkoran