PTM Terbatas di Sekolah Pasundan, Siswa: Sangat Senang Bisa Belajar dengan Teman-teman
PTM Terbatas di sekolah milik Yayasan Pasundan dilaksanakan dengan sangat hati-hati. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sejak pandemi Covid-19, dunia pendidikan terpaksa memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kini, pembelajaran tatap muka (PTM) pun sudah mulai dilaksanakan dengan sangat hati-hati.
PTM terbatas sifatnya tidak wajib bagi siswa yang orang tua/walinya tidak mengizinkan anaknya belajar di sekolah atau bagi siswa yang memiliki penyakit komorbid.
Melihat hal itu, Ketua Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan Dadang Mulyana mengatakan, bahwa pihaknya berkomitmen dan sepakat untuk mendukung program pemerintah terkait dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).
Baca Juga: Tak Ingin Jadi Klaster Sekolah, Kemenag KBB Hati-hati Saat Gelar PTM Terbatas
Hampir dua tahun lamanya, kata Dadang Mulyana, dihadapkan dengan situasi yang sulit karena Covid-19. Di satu sisi agar jiwa dan raga selamat dari serangan Covid-19, di sisi lain, upaya untuk mencerdaskan bangsa juga tidak menjadi terhambat.
"Artinya proses pembelajaran akan berlangsung, itu sebabnya maka pemerintah mengeluarkan satu kebijakan, dalam PTM terbatas itu harus dilakukan secara bertahap," ucap Dadang Mulyana, Selasa 28 September 2021.
Sekolah-sekolah Pasundan, kata Dadang Mulyana, sangat mendukung kebijakan yang terapkan oleh pemerintah, dan akan melaksanakan keduanya, baik PTM terbatas maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Baca Juga: Tidak Ada Klaster PTM Terbatas, Ini Kata Disdik Jabar
"Tetap kita akan menerapkan prokes, apakah itu memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, menghindari kerumunan," ujarnya.
Dia menambahkan, PTM terbatas terus tetap berjalan dengan kuota secara bertahap. Pemerintah baru mengizinkan untuk Kota Bandung baru di angka 25 persen. Pihaknya komitmen dengan aturan pemerintah.
"Alhamdulillah, saat ini belum ada terkena Covid-19, mudah-mudahan tidak ada," ucapnya.
Sementara itu, salah satu siswi SMA Pasundan 3 Kota Bandung Gita Adelia mengaku, sangat senang terkait PTM terbatas ini. Hampir lebih dua tahun dirinya melaksanakan PJJ.
"Mudah-mudahan Covid-19 segera pergi dan belajar pun nyaman. Sebelum masuk, ada tes suhu tubuh dan cuci tangan," kata Gita Adelia.
Hal senada diungkapkan oleh siswa lainnya, M. Zaki Ferdiansyah. Menurut dia, selain belajar, PTM terbatas menjadi ajang silaturahmi dengan rekan-rekannya, meskipun harus menjaga jarak.
"Saya merasa sangat senang, karena saya bisa belajar lagi di sekolah sama teman-teman, dan saya merasa sangat bangga terhadap sekolah SMA Pasundan 3 Bandung," ucapnya.
Sebelum masuk ke kampus SMA Pasundan 3 Bandung, Ä·ata dia, harus menerapkan prokesnya. Seperti cek suhu tubuh, harus menggunakan masker, mencuci tangan dan lainnya. "Belajarnya hanya 3 jam saja," pungkasnya. (okky adiana).***
Editor : inilahkoran


