Pulang dari WUF, Dedie Bawa Oleh-oleh Konsep Kurangi Global Warming
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim membeberkan hasil dirinya menghadiri forum internasional World Urban Forum (WUF) ke-13 dalam dialog organisasi D-8 di Azerbaijan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim membeberkan hasil dirinya menghadiri forum internasional World Urban Forum (WUF) ke-13 dalam dialog organisasi D-8 di Azerbaijan pekan lalu. Kota Bogor mewakili kota-kota di Indonesia untuk menyalurkan pemikiran bagaimana menurunkan risiko global warming.
"Alhamdulillah Kota Bogor mewakili kota-kota di Indonesia untuk berbicara di dalam World Urban Forum atau WUF. Ini adalah sebuah ajang pertemuan dari para pemimpin-pemimpin kota seluruh dunia untuk saling bertukar pikiran, kami enyampaikan masing-masing pengalaman terkait dengan pengembangan dan pembangunan kotanya," ungkap Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Balai Kota Bogor kepada INILAHKORAN pada Minggu (26/5/2026).
Dedie melanjutkan, ternyata semua kota itu permasalahannya hampir sama yaitu tentang sampah, tentang bagaimana mengendalikan populasi, banjir, bencana alam, lalu lintas dan banyak hal-hal perkotaan lainnya.
"Nah, kemudian pelajaran yang paling penting adalah bahwa seluruh dunia sekarang ini sedang mencari alternatif untuk bagaimana menurunkan risiko global warming," terangnya.
Dedie menjelaskan, untuk Kota Bogor
memiliki konsep, salah satunya adalah sampah menjadi energi listrik dan itu disampaikan di dalam forum WUF. Dan ternyata banyak negara sudah juga melaksanakan hal yang sama dan Kota Bogor mendapatkan pengalaman-pengalaman dari mereka yang sudah melaksanakan terlebih dahulu.
"Jadi kami dapat pembelajaran bagaimana mengolah sampah dan sebagainya. Tapi pada prinsipnya persoalan-persoalan persampahan ini hampir mirip lah, tetapi dengan adanya diskusi, tukar pikiran tentu banyak wawasan baru," jelasnya.
Dedie menekankan, banyak hal yang bisa dijadikan sebagai pelajaran dalam pertemuan WUF yang akan diterapkan di Kota Bogor.
"Bagaimana kota-kota didunia memahami tentang persoalan penanganan persampahan, konsepnya seperti apa, kemudian juga arah kebijakannya seperti apa, jadi sama-sama belajar," terangnya.
Dedie menambahkan, pentingnya kolaborasi antarnegara D-8 dalam mendorong transformasi kota berkelanjutan melalui kerja sama, inovasi, pertukaran teknologi dan berbagi pengalaman.
"Dari Bogor, Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan masa depan perkotaan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan lebih tangguh," pungkasnya.
Editor : JakaPermana

