Bogor Innovation Award 2026 Pamerkan 63 Inovasi, Targetkan 10 Jadi Pilot Project
Bogor Innovation Award 2026 digelar 8-9 September dengan 63 inovasi dipamerkan. Bapperida menargetkan 10 inovasi menjadi pilot project.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor kembali menggelar Bogor Innovation Award (BIA) 2026 di Gedung Science Techno Park, Kecamatan Bogor Tengah, pada 8-9 September 2026.
Mengusung tema “SPARK YOUR IDEA: Innovation and Collaboration Empowering The Future”, BIA 2026 menjadi ruang kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, pelajar dan masyarakat untuk menampilkan berbagai gagasan serta solusi inovatif bagi Kota Bogor.
Kepala Bapperida Kota Bogor, Anne Dewiana Rilianti, mengatakan BIA tidak sekadar menjadi ajang untuk menampilkan Inovasi. Program tersebut juga diarahkan pada proses hilirisasi agar berbagai karya yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Anne, Kota Bogor memiliki banyak gagasan inovatif yang berpotensi dikembangkan. Karena itu, melalui BIA 2026 diharapkan terbentuk kolaborasi nyata antara pencipta Inovasi dengan perangkat daerah maupun berbagai pemangku kepentingan.
“Inovasi yang tadinya hanya prototype bisa diadopsi perangkat daerah dan direplikasi untuk melayani masyarakat,” kata Anne.
63 Inovasi Dipamerkan
Anne mengatakan, masyarakat dapat melihat lebih dari 63 Inovasi yang dipamerkan dalam festival tersebut.
Berbagai Inovasi itu berasal dari pelajar, mahasiswa, perangkat daerah dan masyarakat. Bidang yang diangkat juga beragam, mulai dari teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif hingga sosial.
“Dalam festival tersebut, masyarakat dapat melihat lebih dari 63 Inovasi yang dipamerkan. Inovasi tersebut berasal dari pelajar, mahasiswa, perangkat daerah dan masyarakat dengan berbagai bidang, seperti teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif serta sosial,” ungkap Anne kepada wartawan.
Bapperida Kota Bogor menargetkan sedikitnya 10 Inovasi dapat dikembangkan menjadi proyek percontohan atau Pilot Project di perangkat daerah.
Inovasi yang terpilih juga diarahkan untuk mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.
Pendaftar BIA 2026 Capai 373 Inovasi
Anne mengungkapkan, jumlah pendaftar BIA 2026 mencapai 373 Inovasi. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 230 Inovasi.
Dari seluruh proses penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 184 Inovasi berhasil dijaring dari berbagai kategori peserta. Puluhan di antaranya kemudian ditampilkan dalam pameran festival.
“BIA 2026 tidak hanya menitikberatkan pada jumlah Inovasi. Proses seleksi juga diarahkan untuk melihat kualitas, manfaat, kelayakan implementasi dan potensi replikasi setiap Inovasi,” jelas Anne.
Proses seleksi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi substansi, validasi lapangan, presentasi hingga wawancara.
Dengan mekanisme tersebut, Inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti sebagai karya maupun sekadar menjadi pemenang kompetisi, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan dalam pembangunan maupun pelayanan publik.
BIA 2026 Hadirkan Kompetisi Bakat
Selain pameran Inovasi, BIA 2026 juga menghadirkan kompetisi bakat bagi generasi muda Kota Bogor.
Kompetisi tersebut terdiri atas lima kategori, yakni fotografi bertema “Bogor Berinovasi”, menyanyi solo, tari tradisional, tari modern dan cosplay.
“Pengembangan kota tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga membutuhkan kreativitas dan kekuatan budaya masyarakat,” terang Anne.
“Kota yang maju bukan hanya cerdas secara teknologi, tapi juga kaya budaya dan kreatif. Kompetisi ini adalah panggung bagi anak-anak muda Bogor untuk SPARK YOUR TALENT,” tambahnya.
Sebanyak 122 peserta dari berbagai sekolah, sanggar dan komunitas di Kota Bogor mengikuti proses seleksi. Peserta yang terpilih kemudian tampil pada babak final dalam rangkaian puncak festival.
Perkuat Ekosistem Inovasi Kota Bogor
Anne menjelaskan, penyelenggaraan BIA 2026 diarahkan untuk memperkuat ekosistem Inovasi Kota Bogor yang inklusif, kolaboratif dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan daerah.
Program tersebut juga diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghasilkan gagasan inovatif sekaligus membangun budaya kreatif di kalangan pelajar, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, masyarakat dan ASN.
“Sejumlah target yang ingin dicapai melalui BIA 2026 antara lain meningkatkan kualitas dan kuantitas Inovasi daerah, mendorong hilirisasi Inovasi, memperkuat kolaborasi multipihak, serta mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor,” bebernya.
Inovasi yang dikembangkan diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, transportasi, pangan, sosial hingga teknologi.
Dalam jangka pendek, BIA diharapkan meningkatkan apresiasi dan motivasi masyarakat untuk berinovasi sekaligus memperluas jejaring antarpelaku Inovasi.
“Sementara dalam jangka menengah, Inovasi terpilih diharapkan dapat diterapkan, direplikasi, atau diintegrasikan dengan program pembangunan dan pelayanan publik,” kata Anne.
“Adapun dalam jangka panjang, BIA ditargetkan berkontribusi terhadap peningkatan daya saing dan kualitas pembangunan Kota Bogor,” pungkasnya.
BIA 2026 Targetkan 3.000 Pengunjung
Terpisah, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak masyarakat untuk hadir dan melihat langsung berbagai Inovasi yang ditampilkan dalam BIA 2026.
Menurut Dedie, festival tersebut dapat menjadi momentum untuk membangun ekosistem Inovasi yang berkelanjutan guna “Empowering The Future”.
Selama dua hari pelaksanaan, BIA 2026 menargetkan sekitar 2.500 hingga 3.000 pengunjung.
Selain pameran Inovasi, rangkaian kegiatan juga mencakup workshop Inovasi, talkshow bersama praktisi serta penampilan musik.
“BIA merupakan ajang tahunan Pemkot Bogor untuk menjaring, mengapresiasi dan mengakselerasi Inovasi daerah sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat yang menghasilkan karya inovatif,” tegas Dedie.***
Editor : JakaPermana

