Puluhan Ribu Buruh Asal Jabar Bakal Padati Monas di May Day

Puluhan ribu buruh asal Jabar bakal memadati Monas pada Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kamis 1 Mei 2025 lusa.

Puluhan Ribu Buruh Asal Jabar Bakal Padati Monas di May Day
Aksi yang diikuti buruh asal Jabar pada May Day itu direncanakan menjadi ajang penyampaian enam tuntutan utama buruh kepada pemerintah, dimana Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir memberikan pidato politik. (ilustrasi/dok)

INILAHKORAN, Bandung - Puluhan ribu buruh asal Jabar bakal memadati Monas pada Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kamis 1 Mei 2025 lusa.

Aksi yang diikuti buruh asal Jabar pada May Day itu direncanakan menjadi ajang penyampaian enam tuntutan utama buruh kepada pemerintah, dimana Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir memberikan pidato politik.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jabar Roy Jinto mengatakan, sekitar 30 ribu anggota SPSI buruh asal Jabar akan diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti aksi May Day

“Rencananya akan dihadiri langsung Presiden Prabowo,” ujar Roy, Selasa 29 April 2025.

Dukungan massa juga datang dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat, dimana Ketua SPN Jabar Dadan Sudiana menyebut, pihaknya akan mengerahkan sekitar 6.000 buruh dengan 89 bus. 

“Titik kumpulnya dari DPC masing-masing kabupaten/kota, dan kami targetkan pukul 08.30 sudah tiba di Monas,” jelasnya.

Unjuk rasa kali ini tidak hanya diikuti oleh buruh dari Jakarta dan Jawa Barat, tapi juga dari Banten dan daerah lainnya dengan titik aksi terpusat di Silang Poros Monas.

Enam tuntutan utama yang akan disampaikan dalam aksi itu yakni penghapusan sistem outsourcing, penerapan upah layak bagi pekerja, perlindungan buruh melalui undang-undang baru pasca putusan MK yang membatalkan UU Cipta Kerja, pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), pengesahan UU Perampasan Aset untuk para koruptor, serta peningkatan demokrasi dan kesejahteraan buruh melalui peran Partai Buruh.

Dadan menuturkan, kehadiran Presiden Prabowo dalam aksi ini menjadi catatan bersejarah, mengingat terakhir kali Presiden RI hadir dalam peringatan May Day terjadi pada era Presiden Soekarno tahun 1965. 

Prabowo dijadwalkan akan memberikan pidato politik sekitar pukul 10.00–11.00 WIB.

“Ini momentum penting, karena kami melihat Presiden Prabowo lebih mau mendengar aspirasi buruh. Kami harap isu outsourcing, satgas PHK, dan kenaikan UMK bisa direspon dengan kebijakan nyata,” ungkap Dadan.

Para pimpinan serikat juga mengimbau seluruh peserta aksi agar menjaga ketertiban selama di perjalanan maupun saat aksi berlangsung di Monas.

 “Momentum ini penting bagi perjuangan buruh. Kita ingin menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib,” tegas Dadan.

Dia berharap, May Day 2025 menjadi momen perubahan bagi nasib buruh Indonesia, terutama paska lima tahun terakhir yang dinilai sebagai periode terburuk bagi kesejahteraan pekerja. 


Editor : Doni Ramdhani