INILAH, Bandung - Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bandung, Heri Antasari menyatakan bahwa kemacetan di Kota Bandung juga tidak terlepas dari volume kendaraan yang semakin bertambah.
Heri menuturkan dari data yang dihimpun, setiap hari Samsat Kota Bandung menerbitkan surat kendaraan untuk 300 unit sepeda motor. Jumlah yang sama juga dikeluarkan untuk mobil dalam satiap minggu.
"Itu dari samsat Kota Bandung, itu pun tahun 2017 kita pertambahan STNK kurang lebih setiap hari dikeluarkan 300 unit motor itu bandung aja. Mobil 300 perminggu, jadi sekitar 15 ribu pertahun," kata Heri di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Kamis (24/1).
Dengan jumlah tersebut Heri menyatakan kemacetan di Kota Bandung jelas sulit terelakan, manakala kendaraan semakin banyak sementara jalan tetap tidak ada penambahan.
Kemudian volume kendaraan juga ditambah oleh pengendara dari luar Kota Bandung, seperti Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.
Sementara di lain sisi Heri mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tak mampu mengintervensi kebijakan soal penjualan kendaraan baru. Sehingga, solusinya dengan membuat sejumlah kebijakan lokalm
"Jadi sudah sedemikian rumit permasalahan yang kita hadapi karena suplai kendaraan datang terus bertambah. Kan ini bukan wewennag penmkot untuk membatasai tata niaga kendaraan bermotor. Tetapi kita bisa lakukan pengaturan, penertiban penegakan dan penyediaan sarana transportasi masal," terangnya.
Khusus untuk penyediaan transportasi masal, Heri mengakuis ejauh ini keberadaan transportasi umum memang belum memberikan efektifitas dan efisiensi bagi masyarakat.
Persoalannya, transportasi masal yang ada masih lebih mahal dan waktu tempuh lebih lama dibandingkan dengan transportasi pribadi.
"Motor harus dicarikan soslusinya agar orang tidak lari ke motor, dari studi mobilitas Kota Bandung, orang Bandung mengeluarkan rupiah atau biaya untuk transportasi masal masih 18 persen lebih mahal, waktunya masih lama 2,2 kali lipat daripada pakai kendaraan pribadi. Jadi wajar milih kendaraan pribadi lebih murah dan lebih cepat," bebernya.
Meskipun belum efektif dan efisien, namun Heri mengatakan Pemkot Bandung akan terus berupaya memperbaharui transportasi masal.
Diantaranya dengan mendorong realisasi pembuatan Light Rail Transit (LRT) dan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) sebagai alternatif jalur baru.
"Nah sarana transportasi masal prosesnya panjang, tapi LRT akan kita dorong, BIUTR juga akan kita dorong terealisasikan karena kan rencananya sudah ada. Senin kita akan ke Jakarta, karena dari pusat akan memulai lagi pembicaraan untuk realisasi BIUTR ini," pungkasnya.