Puncak Arus Mudik Lebaran 2024 Diprediksi Terjadi pada 6-8 April 2024, Dishub KBB Terjunkan 165 Personel

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprediksi puncak arus mudik lebaran 2024 di wilayahnya bakal terjadi pada 6 hingga 8 April 2024.

Puncak Arus Mudik Lebaran 2024 Diprediksi Terjadi pada 6-8 April 2024, Dishub KBB Terjunkan 165 Personel

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2024 di wilayahnya bakal terjadi pada 6 hingga 8 April 2024.

Kondisi tersebut terjadi lantaran saat ini sudah memasuki masa libur anak sekolah. Termasuk, para pegawai negeri sipil (PNS) bakal segera memasuki cuti bersama lebaran.

"Puncak arus mudik lebaran 2024 ini diprediksi mulai besok, yakni pada 6-8 April 2024," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Fauzan Azima saat dikonfirmasi, Jumat 5 April 2024.

"Pantauan hari ini kondisi masih normal karena ada pembatasan kendaraan barang sumbu tiga. Meski ada kepadatan, tapi masih berjalan," sambungnya.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan wisata Lembang yang terpantau masih lengang jelang libur lebaran 2024 ini.

Meski begitu, kemacetan di jalur Cipatat-Rajamandala terpantau padat lantaran adanya hambatan samping, seperti adanya pasar tumpah.

"Skema yang kita lakukan dengan memasang traffic cone dari mulai pertigaan jalan Saguling hingga di depan Masjid Agung Cipatat," ujarnya.

"Karena kalau untuk di Cipatat simpul kemacetan terjadi hanya di Rajamandala. Kalau untuk hari biasa kemacetan dipicu banyaknya truk pengangkut batu atau pasir yang melintas di jalur Cipatat dengan kecepatan rendah," paparnya.

Alhasil, truk tersebut tidak bisa menyalip dan memicu antrean kendaraan di belakangnya.

"Di Cipatat hanya di Rajamandala, kalau hari biasa karena ada truk pengangkut batu. Mereka gak bisa nyalip karena bergerak lambat," ucapnya.

Fauzan menyebut, kemarin sempat ada kepadatan kendaraan lebih dari 30 kilometer dari kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang hingga Rajamandala.

"Kepadatan kemarin karena ada pelarangan pembatasan pengangkutan barang mulai tanggal 5-15 April. Akibatnya, terjadi kemacetan hingga 30 KM lebih," sebutnya.

Lebih lanjut Fauzan menuturkan, untuk proyeksi mudik lebaran di KBB tahun ini tidak terlalu signifikan lantaran kebanyakan warga dari wilayah selatan Bandung Barat itu bekerja di luar KBB.

Sehingga, proyeksi penumpukan kendaraan bakal terjadi di kawasan BBS mengingat warga KBB dari luar kota atau daerah lebih memilih jalur Gerbang Tol Soroja.

"Kalau bulan Ramadan terjadi banyak penumpukan kendaraan karena banyak warga yang berburu takjil," imbuhnya.

Kendati demikian, pada mudik lebaran 2024 ini pihaknya bakal menerjunkan 165 petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) yang bakal disebar dalam beberapa divisi untuk melayani masyarakat yang akan mudik.

"Jadi nanti ada bagian pemeriksaan kendaraan, Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan atau ASDP, ada yang memonitor parkir di titik hambatan samping, pemeliharaan kelengkapan jalan dan ada petugas yang berpatroli," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti