KAI Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran Terjadi 19 Maret 2026

PT KAI Daop 2 Bandung memprediksi puncak arus mudik keberangkatan penumpang kereta api pada masa angkutan Lebaran 2026 terjadi pada 19 Maret

KAI Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran Terjadi 19 Maret 2026

INILAHKORAN.ID – PT kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memprediksi puncak arus mudik keberangkatan penumpang kereta api pada masa angkutan Lebaran 2026 akan terjadi pada 19 Maret 2026. 

Sejumlah jadwal keberangkatan kereta api menjelang tanggal tersebut mulai menunjukkan tingkat keterisian yang tinggi.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan lonjakan penumpang mulai terlihat pada jadwal keberangkatan 18 hingga 20 Maret 2026, terutama untuk perjalanan jarak jauh menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Dari data penjualan yang kami pantau, puncak arus keberangkatan penumpang kereta api diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026. Untuk tanggal-tanggal di sekitarnya, tingkat keterisian juga sudah cukup tinggi,” ujar Kuswardojo, Rabu (4/2/2026).

Ia menyebutkan, hingga saat ini tingkat keterisian tiket untuk keberangkatan pada 18, 19, dan 20 Maret 2026 telah mencapai sekitar 75 persen, khususnya untuk kereta api tujuan ke arah timur Pulau Jawa.

Kuswardojo menjelaskan, penjualan tiket masa angkutan Lebaran telah dibuka sejak 25 Januari 2026 atau H-45 Lebaran. Dalam kurun waktu tersebut, puluhan ribu tiket telah terjual, menandakan tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api untuk mudik.

Menurutnya, KAI Daop 2 Bandung menyiapkan 24 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari selama masa angkutan Lebaran, dengan rata-rata ketersediaan hampir 13 ribu kursi per hari.

“Total kapasitas yang kami sediakan selama masa angkutan Lebaran mencapai lebih dari 285 ribu tiket. Kami mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan membeli tiket lebih awal agar mendapatkan jadwal yang diinginkan,” katanya.

KAI Daop 2 juga membuka peluang penambahan perjalanan kereta api apabila terjadi lonjakan permintaan atau adanya kebijakan tambahan terkait masa libur dari pemerintah.

“Kami terus memantau dinamika di lapangan. Jika diperlukan dan memungkinkan, penambahan perjalanan akan kami siapkan demi melayani kebutuhan masyarakat,” tutup Kuswardojo.


Editor : Ahmad Sayuti