Dishub Jabar Prediksi Puncak Arus Mudik di H-3 Lebaran

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memprediksi, puncak arus mudik terjadi di H-3 Lebaran, 27-28 Maret 2025.

Dishub Jabar Prediksi Puncak Arus Mudik di H-3 Lebaran
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memprediksi, puncak arus mudik terjadi di H-3 Lebaran, 27-28 Maret 2025.

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memprediksi, puncak arus mudik terjadi di H-3 Lebaran, 27-28 Maret 2025.

Sekretaris Dishub Jabar Dhani Gumelar mengatakan, puncak arus mudik H-3 Lebaran ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

"Kami sudah mempersiapkan (arus mudik) jauh-jauh hari. Tapi tetap kalau misalkan dari kemarin kita survei, itu di H-3 tanggal 28 Maret karena tanggal terakhir kerja tanggal 27 Maret mendatang," ujar Dhani, Kamis 20 Maret 2025.

Dhani mengungkapkan, ada beberapa titik yang rawan terjadinya kecelakaan, salah satunya di KM 70 Tol Cipularang. Bagi masyarakat yang melintasi jalur tersebut diharapakan untuk berhati-hati. 

"Untuk rawan kecelakaan pertama di tol Cipularang di KM 70, karena titik lelah biasanya kalau yang berangkat dari Jakarta," ucapnya. 

Selain di jalan tol, jalan arteri juga memiliki banyak titik rawan kecelakaan seperti di kawasan Puncak Bogor, Sukabumi Selatan dan Cianjur. Kemudian, titik rawan di Bandung dan sekitarnya ada di antara jalan Cagak kemudian Lembang karena konturnya cukup ekstrem.

"Sementara di jalur selatan, kata dia, titik rawan kecelakaannya terletak di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Sama di daerah Pantura antara Indramayu dan Subang," kata dia.

Dishub Jabar kata dia mengimbau kepada para pemudik, agar memastikan kondisi fisik sebelum memulai perjalanan jauh. Ia meminta agar para pemudik yang merasakan sudah lelah ada baiknya beristirahat terlebih dahulu, setelah itu baru melanjutkan perjalanan kembali. 

"Apabila capek, lelah gitu. Harus istirahat dulu, diutamakan di rest area yang sudah disediakan tapi dengan proporsi waktu yang cukup jangan sampai terlalu lama juga karena ada penumpukan nantinya," pinta Dhani.

Kedua, pastikan kondisi kendaraan terutama sistem pengereman dan sebagainya berfungsi dengan baik serta ikuti arahan dari petugas di lapangan.

"Rajin-rajin mendengarkan informasi baik di radio maupun di media massa apabila ada kejadian-kejadian yang menonjol yang perlu perhatian, misalkan kecelakaan dan yang paling penting sekarang ini kita kan sedang menghadapi kondisi cuaca ekstrem," ucapnya.

Sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, infrastruktur jalur mudik dalam kondisi baik dan akan segera memperbaiki apabila ada kerusakan. Menurutnya, kerusakan jalur disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi beberapa bulan terakhir.

"Kesiapan jalur secara umum jalur kan relatif baik ya, tetapi kan ada problem kemarin ketika hujan yang intensitasnya agak lumayan kan pasti ada jalan-jalan yang bolong," katanya. 

"Dan Insya Allah untuk jalur-jalur provinsi kita antisipasi dan fokus kita bereskan. Kita ada beberapa jembatan juga yang kemarin ambruk lagi fokus untuk selesai Sukabumi, di Kerawang, selesai sebelum hari raya sudah bisa terpasang," tandasnya.***


Editor : JakaPermana