Dishub KBB Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 1447 H

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat memproyeksikan puncak arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah bakal berlangsung dalam dua tahapan terpisah.

Dishub KBB Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 1447 H
Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evie./INILAHKORAN-Agus Satia Negara

INILAHKORAN.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat memproyeksikan Puncak Arus Mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah bakal berlangsung dalam dua tahapan terpisah. Hal ini didorong oleh sejumlah kebijakan libur dan momen nasional.
 
Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evie mengatakan, Puncak Arus Mudik diperkirakan terjadi dua kali. Gelombang pertama di hari 14 hingga 15 Maret 2026, sementara gelombang kedua jatuh pada 18 hingga 19 Maret 2026.
 
Bagi arus balik, prediksi serupa juga diterapkan. Gelombang awal diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026, dengan gelombang kedua pada 28 hingga 29 Maret 2026.
 
"Perhitungan ini disesuaikan dengan kebijakan work from anywhere (WFA) mulai H-5 hingga H+4, serta diperkuat dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026," jelas Ridwan, Jumat 6 Maret 2026.

"Selain itu, libur sekolah di wilayah KBB bakal berlangsung mulai 16 hingga 27 Maret 2026," sambungnya.
 
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, lanjut Ridwan, sejumlah rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di beberapa wilayah, antara lain Padalarang, Lembang dan sekitar Pasar Tagog.

"Untuk pengaturan lalu lintas di Padalarang akan diselaraskan dengan operasional stasiun kereta cepat Whoosh, mengikuti pola yang terbukti efektif sebelumnya," paparnya.

Sementara untuk di Lembang, jika terjadi kemacetan di jalan Grand Hotel, kendaraan ringan bakal dialihkan melalui rute Floating Market dengan keluar di pintu Beatrix menuju Kota Bandung.

"Kalau untuk sekitar Pasar Tagog, pengaturan dilakukan di sekitar Padalarang dan Cihaliwung untuk mencegah kemacetan, terutama di kawasan dekat stasiun," bebernya.
 
Selain itu, lanjut Ridwan, Dishub KBB tengah melakukan pendataan terhadap tiga ruas jalan, di antaranya Lembang-Cisarua untuk program kompensasi yang sedang dikaji Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
 
"Kesiapan infrastruktur jalan kabupaten dan desa telah dioptimalkan, termasuk pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas yang menjadi jalur utama arus mudik," ujarnya.

Bagi ruas jalan nasional yang memerlukan perbaikan, Dishub KBB telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
 
"Sebanyak 120 personel Dishub KBB akan ditempatkan di ruas arteri utama, yaitu Padalarang-Tagog, Lembang, dan BBS, dengan fokus mencegah terjadinya kemacetan di lokasi-lokasi tersebut," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana