Puslabfor Polri Belum Mengetahui Penyebab Kebakaran yang Timbulkan Asap di Lubang Emas Antam

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan belum bisa menyimpulkan penyebab terbakarnya kayu dan timbulnya kepulan asap karbon monoksida (CO) di gua emas kedalaman 600 meter di Desa Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Puslabfor Polri Belum Mengetahui Penyebab Kebakaran yang Timbulkan Asap di Lubang Emas Antam
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, hal utama operasi yang dijalankan itu didasarkan pada prinsip kemanusiaan. Tindakan dilakukan sebagai upaya evakuasi penambang emas tanpa izin atau gurandil. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan belum bisa menyimpulkan penyebab terbakarnya kayu dan timbulnya kepulan asap karbon monoksida (CO) di gua emas kedalaman 600 meter di Desa Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor.

"Kami sudah meninjau ke lokasi dan masuk ke dalam lubang emas milik Antam di kedalaman 600 mdpl, sampai saat ini, kepukan asap CO masih diatas ambang batas, hingga Puslabfor Polri ketika sudah di lubang emas tersebut juga belum bisa menyelidiki penyebab kebakaran kayu penyangga gua," kata Rudy usai meninjau kawasan izin usaha pertambangan milik PT Antam Tbk UPBE Pongkor, Jumat 22 Januari 2026.

Ia menerangkan, hal utama operasi yang dijalankan itu didasarkan pada prinsip kemanusiaan. Tindakan dilakukan sebagai upaya evakuasi penambang emas tanpa izin atau gurandil .

"Kita utamakan operasi kemanusiaan, menolong korban dengan mengevakuasi dari lubang atau gua emas," terangnya.

Ia pun meminta pemerintah daerah maupun Provinsi Jawa Barat untuk mengalih profesi para gurandil, hingga dapat pekerjaan atau profesi yang tidak membahayakan mereka seperti saat ini.

Masyarakat atau gurandil tersebut rata-rata ada di empat  kecamatan yaitu Kecamatan Nanggung, Sukajaya, Cigudeg dan Leuwiliiang.

"Gurandil di empat kecamatan tersebut harus dibantu pemerintah daerah, dalam upaya beralih profesi dan memenuhi kebutuhan hidupnya, tanpa membahayakan hidupnya karena profesi gurandil itu sangat berisiko atau membahayakan diri sendiri," pintanya. 


Editor : Doni Ramdhani