Putus Cinta, Pria di Bandung Nyaris Bunuh Diri dengan Terjun dari Flyover Pasupati
Insiden pria di Bandung yang nyaris bunuh diri dengan lompat dari Flyover Pasupati, itu terjadi pada 28 Mei 2025 sekitar pukul 04.35 WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tim Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung berhasil menggagalkan upaya seorang pria yang diduga hendak bunuh diri melompat dari Flyover Pasupati.
Insiden pria di Bandung yang nyaris bunuh diri dengan lompat dari Flyover Pasupati, itu terjadi pada 28 Mei 2025 sekitar pukul 04.35 WIB.
Saat itu, Tim 3 Prabu tengah berpatroli di wilayah Bandung Tengah ketika menerima laporan dari call center mengenai seorang pemuda yang hendak melakukan bunuh diri di Flyover Pasupati. Tim lalu bergegas ke TKP.
Titik pria yang hendak loncat dari jembatan layang berada di jalur arah timur. Setibanya di lokasi, tim prabu melihat ada seorang pria yang sudah dalam posisi hendak meloncat.
Sejumlah anggota terpaksa memarkirkan kendaraan dan menyeberang dengan melompati pembatas jalan demi segera menjangkau sisi lain jembatan. Sementara itu, personel lainnya mengambil rute memutar.
"Alhamdulillah kita bisa menghalau dan menangkap pemuda tersebut dan tidak akan terjadi meloncat di akhirnya dan kita amankan," kata Katim 3 Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung, IPDA Nurwakhid.
Polisi lalu menanyakan alasan pria itu akan mengakhiri hidupnya. Nurwakhid menyebut pria itu mengaku memiliki masalah asmara dengan kekasihnya.
Dia dan pacarnya sempat cekcok sebelum insiden upaya mengakhiri hidup. Sang kekasih lalu melaporkannya ke Polrestabes Bandung terkait dugaan tindak kekerasan.
Hal inilah yang membuatnya ketakutan lalu memutuskan untuk bunuh diri. Padahal, lanjutnya, pria hanya perlu berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kasar kepada sang kekasih. Setelah itu laporan pun bisa dicabut.
"Padahal untuk pacarnya itu sendiri dia (bikin laporan polisi) untuk memberi peringatan dan bila mana pacarnya mau, RB mau tidak mengulangi perbuatannya tersebut, maka diajak ke kantor polisi membuat surat perjanjian dan mencabut laporan tersebut," ungkapnya.
Ia juga menceritakan momen polisi membujuk pria yang hendak melompat. Awalnya polisi kesulitan karena pria itu sulit diajak berkomunikasi. Terlebih pria tersebut diduga tengah dalam pengaruh minuman beralkohol.
"Kebetulan kita agak lama sebabnya laki-laki tersebut susah untuk diajak kompromi kebetulan juga dibilang keadaan mabok ada juga bau alkohol tapi tidak separah yang orang yang mabok-mabok," bebernya.
Nurwakhid mengatakan pria tersebut kini telah dipulangkan dan diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.***
Editor : Bsafaat

