Rachmat Irianto Ungkap Kesedihan Tinggalkan Persib Bandung

Rachmat Irianto ungkap kesedihan usai memutuskan meninggalkan Persib Bandung. Setidaknya ada dua yang dikorbankan.

Rachmat Irianto Ungkap Kesedihan Tinggalkan Persib Bandung
Rachmat Irianto membeberkan yang pertama adalah meninggalkan Persib Bandung yang baru menjuarai Liga 1 2024/2025 sekaligus back to back. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Rachmat Irianto ungkap kesedihan usai memutuskan meninggalkan Persib Bandung. Setidaknya ada dua yang dikorbankan.

Rachmat Irianto membeberkan yang pertama adalah meninggalkan Persib Bandung yang baru menjuarai Liga 1 2024/2025 sekaligus back to back. 

Lalu yang kedua, lanjut Rachmat Irianto, kehilangan Ayahanda yakni Bejo Sugiantoro yang meninggal dunia ketika ia menjalani pemulihan akibat cedera. 

“Jadi memang berat buat saya untuk memutuskan untuk pergi meninggalkan tim ini karena di satu sisi ibu saya sendirian dan hanya itu yang saya punya,” ungkapnya dalam akun media sosial Persib.

Pemain yang akrab disapa Rian ini mengaku selama ini sudah sangat nyaman membela Persib Bandung. Bahkan ia merasakan kebanggaan ditambah tim ini merupakan pilihan Ibu dan Ayahandanya setelah memutuskan hengkang dari Persebaya Surabaya.

“Teman-teman juga pada baik, apalagi official tim nya, teman-teman media juga semua baik ke saya, jadi setiap momen pasti membekas di diri saya, gak ada yang gak enak maupun di laga home ataupun away sangat menyenangkan bagi saya,” katanya.

Sementara untuk di skuad, Rian mengaku mendapatkan bantuan dari Dedi Kusnandar dan Achmad Jufriyanto. Menurutnya keduanya sudah membuatnya cepat beradaptasi dari mulai cara bermain hingga kultur sepak bola Persib Bandung.

Pada akhirnya, Rian berhasil bertahan selama tiga musim hingga bisa mempersembahkan dua trofi juara Liga 1 untuk Persib Bandung hingga bisa menyamai rekor almarhum Ayahandanya. 

“Tapi ya itu tadi lah, yang saya sedihkan karena Bapak tidak bisa hadir dan tidak bisa melihat bahwa saya benar-benar mendapatkan dua gelar ini. Apalagi gelar yang terakhir ini hanya disaksikan oleh ibu dan itu yang sangat menyakitkan bagi saya,” katanya.

“Walaupun saya terlihat senyum di luar sana tetapi tidak banyak orang tahu bahwa saya sangat tertekan dan sedih rasanya kehilangan sosok figur yang saya idolakan selama ini,” sambungnya. 

Karena itu, Rian mengaku berat meninggalkan tim yang sudah membuatnya nyaman. Dari mulai cuaca, teman, orang-orang hingga para Bobotohnya. 

“Saya pamit dari tim ini, saya datang baik, saya keluar pun juga ingin yang paling baik di sini, jadi tidak menutup kemungkinan suatu saat saya akan kembali ke sini. Jadi Insya Allah lah suatu saat kalau emang rezekinya saya ke sini, saya akan pasti ke sini lagi. karena Bandung adalah rumah kedua bagi saya. Jadi terima kasih banyak dan mungkin bobotoh pasti ingat sat set sot war wer wor resmi bubar,” tutupnya.


Editor : Doni Ramdhani