INILAH, Bandung - Panitia pelaksana (Panpel) Persib Bandung mengaku telah memaksimalkan pengamanan dalam insiden pemukulan Pelatih Miljan Radovic yang terjadi pada Jumat (8/3/2019) kemarin.
"Pengamanan sebetulnya sudah berupaya maksimal dengan melibatkan banyak keamanan. Tetapi banyak Bobotoh tidak bertiket menerobos yang akhirnya beberapa pintu stadion jebol," kata Media Officer Persib Irfan Suryadireja pada Sabtu (9/3/2019).
Jebolnya beberapa pintu Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Soreang, Kabupaten Bandung, pada awalnya tidak menjadi masalah. Bobotoh tetap kondusif meski berada dipinggir lapangan saat laga berlangsung.
"Tetapi ketika pertandingan selesai, ternyata ada yang menyusup. Padahal Panpel sudah menyediakan layar lebar di luar. Jadi waktu itu, Bobotoh bercampur antara tribun dan dari luar masuk ke lapangan," ucapnya.
Panpel pun turut menyesalkan atas insiden ini. Baiknya hemat dia, Bobotoh tak perlu melakukan tindakan tidak terpuji meski mengalami kekecewaan. Bahkan, Bobotoh ikut mengecam aksi oknum teresebut.
"Sangat menyesalkan oknum Bobotoh seperti itu. Mengkritik boleh, ini sudah anarkis. Bobotoh juga kecewa dengan oknum Bobotoh ini, dan kita segera akan melakukan evaluasi dengan pihak kepolisian," ujar dia.
Sebelumnya, Pelatih Miljan Radovic mendapat serangan oknum Bobotoh setelah Persib Bandung kalah atas Persebaya Surabaya skor 2-3 dalam babak penyisihan turnamen Piala Presiden 2019.
Insiden tersebut, lantaran Persib kembali mengalami kekalahan ke dua. Sebelumnya, Persib mengalami kekalahan atas TIRA Persikabo skor 1-2 di Stadion SJH pada Sabtu (2/3/2019) lalu.