Ramadan, Banjir di Karangligar Meluas Warga Karawang Mulai Mengungsi
Awal Ramadan tahun ini, banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang semakin meluas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Awal Ramadan tahun ini, banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang semakin meluas.
Saat ini, sebanyak 2.263 jiwa dari 732 kepala keluarga di Desa Karangligar menjadi korban banjir. Jumlah warga terdampak dipastikan akan bertambah jika sepanjang Ramadan ini hujan masih turun di Karawang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Karawang Usep Supriatna mengatakan, banjir juga sudah merendam sebanyak 596 rumah warga Karangligar. Pihaknya masih melakukan pemantauan di sejumlah titik banjir yang sampai saat ini belum surut.
"banjir belum surut malah bertambah titik banjirnya. Kami terus melakukan pemantauan perkembangan banjir. Kami juga harus memastikan kebutuhan warga korban banjir harus terpenuhi dari soal makanan hingga kebutuhan lainnya,” kata Usep, Sabtu 21 Februari 2026.
Menurutnya, hingga akhir Februari akan berpotensi hujan. Untuk itu, warga Karawang yang wilayahnya suka kebanjiran agar selalu waspada. Petugas BPBD akan selalu siaga di wilayah rawan banjir hingga musim hujan selesai.
"Sampai bulan Februari kami masih siaga karena hujan masih turun. Setelah itu mungkin tugas kami untuk selalu siaga sudah selesai,” katanya.
Dia menuturkan, banjir paling parah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Ketinggian air antara 70 cm hingga 2 m di sejumlah wilayah banjir. Air hujan yang tadinya diharapkan lekas surut malah bertambah tinggi.
"Air hujan bertambah tinggi setiap harinya. Kami juga menambah anggota karena wilayah banjir makin meluas,” katanya.
Akibat air bertambah tinggi akhir sejumlah warga mulai melakukan pengungsian yang disediakan pemerintah seperti kantor desa dan rumah ibadah. Namun ada juga warga yang memilih mengungsi ke rumah warga dipinggir jalan.
“Iya sudah ada yang mulai mengungsi namun kami masih melakukan pendataan lagi,” katanya.
Editor : Doni Ramdhani

