Rangkaian Kabupaten Bandung Bersholawat, Dinas Kesehatan Gelar Khitanan Massal

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menyelenggarakan kegiatan khitanan massal di Dome Bale Rame Soreang. Sebanyak 22 anak dari 26 anak yang mendaftar telah dikhitan

Rangkaian Kabupaten Bandung Bersholawat, Dinas Kesehatan Gelar Khitanan Massal
Khitanan massal jadi salah satu agenda kegiatan di Kabupaten Bandung bersolawat

INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menyelenggarakan kegiatan khitanan massal di Dome Bale Rame Soreang. Sebanyak 22 anak dari 26 anak yang mendaftar telah dikhitan. 

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi dengan dilaksanakannya khitanan massal yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung tersebut. 

"Apa yang dilaksanakan  Dinas Kesehatan itu sebagai bukti nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat, terutama bagi anak yang dikhitan," kata Dadang, di Soreang, Sabtu 27 Desember 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Yuli Irnawaty Mosjasari, mengatakan, khitanan massal yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan ini dalam rangkaian Kabupaten Bandung Bersholawat dan Doa Bersama untuk Indonesia yang akan dilaksanakan pada Jumat malam kemarin.

"Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung ikut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Kabupaten Bandung Bersholawat. Salah satunya melaksanakan kegiatan khitanan massal," ujarnya.

Yuli mengaku bersyukur bahwa kegiatan khitanan massal itu berjalan baik. Pada pelaksanaan khitanan massal ini dengan jumlah pendaftar 26 anak, dan yang telah dikhitan sebanyak 22 anak.

"Ini bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung memberikan  dukungan dan bantuan penuh dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut," katanya.

Yuli berharap setiap kebaikan yang terlibat menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan untuk semua pihak. 

"Saya  mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tenaga medis, relawan, dan pihak yang telah berkontribusi nyata dalam kegiatan khitanan massal tersebut," ujarnya. 


Editor : Ahmad Sayuti