Tradisi Sosial Ponpes Al-Mubarokah, Khitanan Massal jadi Ruang Kebersamaan Warga

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAZ dan Haul ke-25 Syekh Alimudin serta KH M Sholeh Abdurahman di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mubarokah, Karangmangu, Cirebon,  bukan sekadar acara keagamaan. Momentum ini kembali menghadirkan khitanan massal yang menjadi ruang kebersamaan antara pesantren, masyarakat, dan tenaga medis.

Tradisi Sosial Ponpes Al-Mubarokah, Khitanan Massal jadi Ruang Kebersamaan Warga
Sebanyak 38 anak mengikuti prosesi khitanan massal di kompleks pesantren, dengan dukungan penuh dari Puskesmas Kecamatan Susukanlebak. Kehadiran tenaga medis memastikan penanganan pascakhitan tetap terjamin, sehingga orang tua merasa tenang. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAZ dan Haul ke-25 Syekh Alimudin serta KH M Sholeh Abdurahman di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mubarokah, Karangmangu, Cirebon,  bukan sekadar acara keagamaan. Momentum ini kembali menghadirkan khitanan massal yang menjadi ruang kebersamaan antara pesantren, masyarakat, dan tenaga medis.

Sebanyak 38 anak mengikuti prosesi khitanan massal di kompleks pesantren, dengan dukungan penuh dari Puskesmas Kecamatan Susukanlebak. Kehadiran tenaga medis memastikan penanganan pascakhitan tetap terjamin, sehingga orang tua merasa tenang.

“Tradisi ini sudah berjalan sejak 1990-an, khitanan massal dan santunan yatim adalah ciri khas Maulid di Al-Mubarokah. Kalau tidak ada, rasanya seperti ada yang hilang,” tutur Pengasuh Ponpes KH Abdul Basith, Jumat 5 September 2025.

Bagi masyarakat sekitar, kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni. Mereka memaknai haul sebagai hajat bersama yang memperkuat ikatan sosial dan spiritual.

“Alhamdulillah respons warga sangat antusias. Semoga anak-anak yang dikhitan tumbuh menjadi generasi salih dan membawa kebaikan bagi umat,” lanjut Kiai Basith.

Selain memberikan manfaat medis dan spiritual, acara ini juga menegaskan peran pesantren sebagai pusat pelayanan sosial. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga wadah kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Rangkaian peringatan akan mencapai puncaknya pada Sabtu 6 September 2025, dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional seperti KH Manarul Hidayat, Ustaz Subki Al-Bughury, Ustaz Syakir Daulay, serta Ramdhani Qubil AJ atau Bang Madit.


Editor : Doni Ramdhani