Rapper Australia Allday Mengecam Grup Baru ALLDAY PROJECT Karena Nama Merek yang Sama

Rapper Australia Allday mengecam dan menuntut hukum pada grup campuran ALLDAY PROJECT karena nama merek yang sama.

Rapper Australia Allday Mengecam Grup Baru ALLDAY PROJECT Karena Nama Merek yang Sama
Rapper Australia Allday dan grup ALLDAY PROJECT.

INILAHKORAN, Bandung - Pada hari Minggu, 29 Juni 2025, Grup campuran agensi The Black Label, Allday-project'>Allday PROJECT, muncul di acara radio SBB 'Cultwo Show'.

Kehadiran Grup Allday-project'>Allday PROJECT yang baru debut ini langsung menarik perhatian dengan berbagai pengungkapan mereka.

Secara khusus, di antara topik yang dibahas pada hari itu adalah alasan di balik Nama Grup tersebut, “Allday-project'>Allday PROJECT”.

Menurut member yang terus disorot karena dari keluarga Chaebol Annie Moon, Nama tersebut dipilih oleh Will.i.am dari BLACK EYED PEAS.

"Adik kelas kami yang ikut serta dalam program campuran, Will.i.am dari BLACK EYED PEAS, ketika melihat kami berlima, kata yang terlintas di benaknya adalah 'Allday'. Itulah mengapa kami akhirnya memilih Nama itu," tutur Annie Moon.

Komentar tersebut telah memicu diskusi, terutama setelah seorang Rapper Australia sebelumnya mengkritik Grup tersebut karena Nama Allday ini.

Rapper Australia Allday sebelumnya memicu kontroversi online setelah secara terbuka menuduh Grup K-Pop Allday-project'>Allday PROJECT melanggar Merek dagangnya.

Melalui media sosial, Rapper tersebut menyatakan, “Saya memiliki Merek dagang atas Nama Allday. Mungkin saya tidak memiliki 20 miliar streaming seperti kpop yang sebagian besar menyebalkan."

"Namun, saya memang ada dan memiliki Merek dagang atas Nama saya. Bersiaplah untuk pertarungan hukum terbesar sepanjang masa,” tambah Allday.

Pernyataan tersebut, yang secara langsung merujuk pada Grup Korea tersebut tanpa menyebut Nama mereka, dengan cepat menyebar di kalangan komunitas Barat dan K-Pop, menarik perhatian bukan hanya karena klaim Merek dagang tersebut tetapi juga karena sindiran keras terhadap genre K-Pop.

Dalam komentar lanjutannya, Allday menggandakan kritiknya, kali ini ditujukan kepada penggemar genre tersebut.

"Jika Anda menyukai k-Pop, Anda mungkin berhak mendapatkan kompensasi karena adanya timbal dalam air minum Anda."

Pernyataannya banyak dikritik karena dianggap tidak sopan dan menghasut. Meskipun keabsahan hukum klaim Merek dagangnya dapat menjadi bahan perdebatan, banyak orang di dunia maya mempermasalahkan cara dia menanggapinya, menyalahkan penggemar K-Pop alih-alih tetap fokus pada potensi sengketa hukum.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan publik dari Allday-project'>Allday PROJECT atau agensi mereka.

Namun, komunitas penggemar telah mulai berorganisasi untuk membela Grup tersebut, dan diskusi tentang potensi konsekuensi hukum dan ketidakpekaan budaya semakin meningkat di seluruh platform.

Perselisihan ini kini tidak lagi hanya menjadi masalah Merek dagang, tetapi juga titik api dalam dialog global yang sedang berlangsung seputar penghormatan budaya dan hak kekayaan intelektual dalam industri hiburan.***


Editor : Irma Nurfajri