Ratusan Jabatan Kepala Sekolah Diisi Plt, Disdik KBB Ungkap Penyebabnya

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut ada 246 jabatan kepala sekolah (kepsek) dari jenjang SD Negeri dan SMPN yang diisi pelaksana tugas (Plt).

Ratusan Jabatan Kepala Sekolah Diisi Plt, Disdik KBB Ungkap Penyebabnya

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut ada 246 jabatan kepala sekolah (kepsek) dari jenjang SD Negeri dan SMPN yang diisi pelaksana tugas (Plt).

Kekosongan jabatan kepala sekolah tersebut sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun, sehingga untuk sementara jabatan kepala sekolah tersebut dijabat oleh pelaksana tugas.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Dadang A. Sapardan secara rinci menyebut, jabatan kepala sekolah yang dijabat plt tersebut terdiri dari 220 kepala sekolah SD dan 26 kepala sekolah SMP.

"Pelaksana tugas ini berasal dari kepala sekolah lain. Ditunjuk yang jarak sekolahnya berdekatan," katanya kepada wartawan, Selasa 25 Oktober 2022.

Kendati begitu, ia mengakui, sebenarnya sudah dilaksanakan seleksi untuk jabatan kepsek baik SD maupun SMP.

Ia menyebut, berdasarkan hasil seleksi tahun 2021 ada 135 yang lolos menjadi kepsek SD dan 26 untuk jabatan kepsek SMP.

"Mereka lolos seleksi yang penyelenggaraannya didanai APBN dan APBD. Hanya saja yang pendaaannya dari APBN sampai sekarang masih berproses, mereka yang lulus seleksi mesti mengikuti Program Guru Penggerak (PGP)," bebernya.

"Kebetulan KBB satu dari tiga daerah yang menjadi pilot project program tersebut," sambungnya.

Sedangkan, lanjut dia, yang seleksinya didanai APBD sudah beres. Menurutnya, perbedaan seleksi APBD dengan APBN, jika APBD mengacu Permendikbud 6  Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

"Yang lolos seleksi harus mengikuti Diklat selama tiga bulan," ujarnya.

"Namun lain halnya yang  seleksi APBN mengacu pada peraturan yang baru, yaitu Permendikbud  40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah harus mengikuti PGP yang baru selesai Oktober ini," paparnya.

Berdasarkan hasil seleksi baik yang didanai APBD maupun APBN ada 135 kepsek yang lolos, dan 26 untuk SMP. Calon kepsek yang sudah lolos seleksi tersebut tinggal menunggu pelantikan.

"Untuk jabatan kepsek SD yang terisi baru 135, sementara total yang kosong sebanyak 220. Itu berarti masih ada 85 jabatan kepsek SD yang kosong," ucapnya.

Terkait soal pelantikan, tambah dia, pihaknya mengaku masih menunggu dan hanya berharap dapat segera dilaksanakan agar jabatan kepsek dijabat pejabat definitif.

"Seharusnya yang seleksinya didanai APBN dilantik tahun 2021, namun karena ada perubahan regulasi mereka yang lolos harus terlebih dahulu mengikuti PGP," tandasnya.*** (agus satia negara).


Editor : Ahmad Sayuti