Ratusan Kolektor PBB Dikerahkan Pemkab Bandung Hingga ke Pelosok untuk Genjot PAD

Genjot PAD dari sektor pajak bumi dan bangunan Pemkab Bandung mengerahkan ratusan kolektor PBB hingga tingkat RT dan RW

Ratusan Kolektor PBB Dikerahkan Pemkab Bandung Hingga ke Pelosok untuk Genjot PAD
Bapenda Kabupaten Bandung siap mengerahkan ratusan kader Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai kolektor PBB untuk menggenjot pendapatan aseli daerah di sektor PBB.

INILAHKORAN, Bandung - Bapenda Kabupaten Bandung siap mengerahkan ratusan kader Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai kolektor PBB untuk menggenjot pendapatan aseli daerah di sektor PBB.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna meminta kepada Bapenda melibatkan semua unsur dalam rangka meningkatkan pendapatan PBB di Kabupaten Bandung, di antaranya dengan merekrut kolektor PBB.

"Terutama di desa ada kepala dusun (kadus) yang biasa mengurus PBB di tiap desa. Termasuk juga perangkat RT dan RW. Kemudian Bapenda juga membentuk kader-kader untuk menjadi kolektor PBB," kata Dadang, disela sosialisasi SOP Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2 di Soreang, Selasa 15 Maret 2022.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Persib, Umuh Undang Pelatih dan Pemain Legendaris ke Rumahnya

Akan tetapi dengan catatan, kata Dadang, kolektor tersebut tidak boleh menerima uang tunai langsung dari wajib pajak (WP) untuk membayar SPPT PBB.

"Jadi kader atau kolektor PBB ini hanya memberitahukan wajib pajak bahwa untuk membayar PBB cukup datang ke mini market terdekat, melalui e-commerce, lewat PT Pos, atau setor langsung ke rekening Bank bjb yang sudah ditentukan atau melalui aplikasi Saku Digital yang sudah berjalan," ujarnya.

Dengan demikian lanjut Dadang, ara kolektor tinggal mencatat warga yang sudah maupun belum membayar SPPT PBB. Kemudian menyampaikannya ke petugas Bapenda.

"Melalui program ini kita akan lebih mempercepat pendapatan di Kabupaten Bandung, sehingga tercapai sesuai dengan target," ujarnya.

Baca Juga: Ini Penjelasan Polisi Soal Aksi Nekat Wanita di Karawang Membakar Bendera Merah Putih

Dadang mengaku optimistis melalu pengerahan kader PBB ini akan lebih meningkat pendapatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Terlebih menurutnya selama ini kesadaran masyarakat untuk membayar PBB sudah cukup baik. "Maka akan lebih baik lagi kesadaran masyarakat itu kalau kita jemput bola , dibandingkan dengan kita hanya pasif menunggu pembayaran dari wajib pajak," katanya.

Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Erwan Kusuma menambahkan, sebetnarnya peran kadus untuk menjadi kolektor PBB ini sudah ada dari dulu. Para collector PBB ini juga nantinya akan mendata dan mendaftarkan warga yang belum memiliki SPPT PBB.

"Hanya kali ini kita lebih efektifkan lagi peranannya dalam collecting dan menyampaikan SPPT PBB kepada wajib pajak. Tapi pembayarannya tidak diwakilkan kepada para kadus ini lagi. Mereka cukup mengarahkan ke agregator pembayaran PBB," ujarnya.(rd dani r nugraha).


Editor : inilahkoran