INILAH, Bandung- Pengalaman guru terbaik. Kiasan itu, yang harus dipegang teguh para pelaku Usaha Mirko Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk di Jawa Barat.
Sekretaris Dinas PMPTSP Provinsi Jabar, Rina Rahdianawati mengatakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat mengajak ratusan pelaku UMKM untuk belajar dari pengalaman pengusaha besar. Mereka, menghadiri Jabar Busines Matching di Grand Asrilia Hotel, Kota Bandung, Rabu (27/3/2019).
"Kegiatan ini untuk mempertemukan antara pelaku utama UMKM dan pelaku usaha menengah besar yang sudah berhasil. Jadi nanti di event tersebut ada beberapa narasumber seperti dari Jogja, dari Blibli dan lain-lain," ujar
Dia katakan, untuk tahun ini adalah kali pertama pihaknya melakukan kolaborasi dalam melaksanakan Jabar Business Matching. Di mana DPMPTSP Jabar mengandeng Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas), seperti yang telah diamanatkan Gubenur Ridwan Kamil untuk mengusung semangat inovasi dan kolaborasi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Business Matching 2019 Japnas Jabar Deden Robi mengatakan, business matching ini merupakan ajang kolaborasi dan sinergi para pelaku usaha. Baik usaha kecil, menengah maupun besar. Sehingga para pelaku usaha pun bisa mengembangkan bisnisnya.
"Business Matching ini diperkirakan diikuti sekitar 100 peserta, namun animo sangat tinggi sehingga ada 150 dari industri hulu dan hilir yang menjadi mitra para peserta," jelas Deden.
Menurutnya, para peserta business matching sendiri adalah dari berbagai macam para pelaku usaha baik industri dan lainnya yang bergerak disektor produksi atau jasa yang kebanyakan skala ukm. Meliputi pelaku usaha fashion konstruksi, IT , lembaga pendidikan termasuk event organizer dan wedding organizer serta bidang kuliner, perikanan, perkebunan.
"Tujuannya adalah menjembatani kebutuhan para peserta dalam meningkatkan potensi bisnisnya. Diharapkan peserta bisa berjejaring meningkatkan networking dan bisa meningkatkan bisnis mereka baik dari omzet jaringan dan lainnya," kata Deden yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Japnas Jabar bidang pembinaan jaringan.
Menurutnya, business matching ini sangat penting bagi para pelaku usaha. Hal itu seiring dengan persaingan dunia usaha yang saat ini mengalami sedikit pergeseran, yaitu dari industri konvensional ke pola modern.
"Terutama dari sisi pemasaran. Kalau dulu biasa menjual di toko, sekarang lebih baik dipasarkan di online," katanya.
Tidak hanya itu saja, lanjutnya, business matching pun digelar untuk membantu para pelaku ukm menemukan partner bisnisnya.
"Diharapkan untuk beberapa ukm yang konsentrasinya di dunia produksi bisa dibantu dan menemukan partner dibidang pemasaran. Termasuk dari sisi hulu, mereka bisa dibantu dari sisi ketersediaan bahan baku," katanya.
Dalam hal itu lanjutnya, business matching mempertemukan para pengusaha dimulai dari hulu, middle dan hilir.
"Jadi kita pertemukan semua pelaku usaha baik dari hulu, middle sampai ke hilir. Hulunya misal dari mulai pabrik kain atau benang, dan middlenya adalah pelaku yang produksi dan yang hilirnya adalah market. Market nya juga nanti kita pertemukan, pengusaha ini adalah yang punya jaringan dan brand sehingga bisa bantu para pelaku usaha yang berproduksi," katanya.