Ratusan Warga Kab Bandung dan KBB Menjadi Peserta Pelatihan Keahlian Wirausaha IKM
240 warga Kabupaten Bandung dan KBB mengikuti pelatihan keahlian pengembangan wirausaha baru Industri Kecil Menengah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Sebanyak 240 warga Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengikuti pelatihan keahlian pengembangan wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM).
Pelatihan ini digelar oleh Kementerian Perindustrian dan didukung oleh Komisi VII DPRRI.
Para peserta pelatihan ini mendapatkan pelatihan keahlian seperti servis sepeda motor, ponsel dan lain sebagainya.
Baca Juga: Karena Alasan Ini, Penipu Cincin Batu Sakti di CCM Diberikan Restorative Justice
Anggota Komisi VII DPRRI Diah Nurwitasari, mengatakan, pelatihan penumbuhan usaha baru IKM yang digelar selenggarakan oleh Kementerian Perindustrian ini dibidang elektronika, metal, logam, alat angkut.
Peserta pelatihan yang terdiri dari 100 orang warga Kabupaten Bandung Barat dan 140 orang warga Kabupaten Bandung. Mereka diberikan pelatihan keahlian sesuai pilihannya.
Diantaranya pelatihan servis telepon selular, servis sepeda motor, servis mobil, pelatihan membuat boneka, membatik, konveksi, pengolahan makanan, pengolahan susu, pelatihan membuat alat peraga edukasi berbahan kayu, olahan singkong, roasting kopi.
"Tujuan dari pelatihan ini agar tumbuh wirausaha baru. Setelah memiliki keahlian, harapannya mereka bisa punya usaha sendiri bahkan bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat lainnya. Karena keahlian yang diajarkan ini bisa diaplikasikan oleh diri sendiri ataupun bekerja kepada orang lain. Seperti servis ponsel atau servis motor kan bisa tuh dikerjakan sendiri di rumah," kata Diah saat meninjau pelaksanaan pelatihan servis ponsel dan servis motor di SMK Merdeka di Soreang, Rabu 2 Maret 2022.
Baca Juga: Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Komisi III DPRD Jabar Ungkap Peran Penting Jurnalis
Dikatakan Diah, pelatihan keahlian yang diikuti oleh warga usia produktif ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari ini sangat membantu.
Terutama untuk mereka yang saat ini memang tidak memiliki pekerjaan atau kehilangan pekerjaan gara-gara pandemi.
Karena memang pandemi yang sudah menginjak tahun ketiga ini berimbas kepada penigkatan jumlah pengangguran di Kabupaten Bandung sebesar 3 persen.
"Artinya kalau seseorang punya skill atau keahlian itu menjadi modal untuk mempunyai penghasilan. Kalau punya skill tidak akan poekeun teuing (kebingungan) dan bisa punya harapan hidup yang lebih baik," ujarnya.
Usai mengikuti pelatihan ini, lanjut Diah, memang peserta tidak serta merta mendapatkan bantuan permodalan.
Baca Juga: Luhut Diduga Dalang Wacana Penundaan Pemilu, Rizal Ramli: Ternyata si Abang Biangnya
Namun dengan telah memiliki keahlian, paling tidak mereka telah memiliki modal dasar untuk berusaha.
Namun demikian, kedepannya, ia berharap selain bantuan pelatihan keahlian, dalam program yang lain Kementerian Perindustrian juga bisa menyiapkan bantuan permodalan dan bantuan peralatan kerja.
"Untuk kali ini baru pelatihan keahliannya saja. Dan peserta juga dibantu didaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Jadi mereka tidak akan kesulitan jika memerlukan NIB untuk persyaratan usaha dan lainnya," katanya.
Baca Juga: Bentrok Oknum Suporter Persib dan Persija di Jalan Soleh Iskandar Bogor, 26 Pelaku Diamankan Polisi
Angga (21) salah seorang warga Kecamatan Nagreg merasa gembira menjadi salah satu peserta pelatihan. Sesuai hobi dan minatnya, ia mengikuti pelatihan servis sepeda motor. Ia bercita-cita ingin membuka usah bengkel motor di kampungnya.
"Dengan bekal keahlian montir motor, saya ingin punya usaha mandiri. Usai pelatihan, saya ingin belajar usaha bengkel motor. Tapi karena belum ada modal, mungkin saya akan mencoba melamar kerja dulu ke bengkel milik orang lain," katanya.***(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


