Rawan Bencana, Satu Desa di Sukajaya Takkan Berpenghuni

Pemkab Bogor tak menutup kemungkinan melakukan bedol desa dalam merelokasi warga yang rumahnya berada di lahan rawan bencana banjir ataupun longsor.

Rawan Bencana, Satu Desa di Sukajaya Takkan Berpenghuni
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor tak menutup kemungkinan melakukan bedol desa dalam merelokasi warga yang rumahnya berada di lahan rawan bencana banjir ataupun longsor.

Data yang didapat Inilah dari Tim Tanggap Bencana, akibat bencana alam banjir bandang dan longsor Rabu (1/1) pekan lalu di Bumi Tegar Beriman dua kampung di Desa Pasir Madang, Sukajaya 'hilang' atau rata dengan tanah karena tertimbun bencana alam longsor.

Selain itu secara keseluruhan sebanyak 2.139 unit rumah mengalami rusak berat, 81 rumah mengalami rusak sedang dan  2.140 ujit rumah mengalami rusak ringan.

Akibat banyaknya rumah yang mengalami kerusakan, di Kecamatan Sukajaya ada 9.415 jiwa warga yang mengungsi, di Kecamatan Nanggung jumlah pengungsi sebanyak 4.217 jiwa dan di Kecamatan Jasinga ada 15 jiwa pengungsi.

"Pemkab Bogor tak menutup kemungkinan melakukan bedol desa atau memindahkan seluruh warga desa ke wilayah lain (relokasi), karena di lokasi bencana alam longsor dan banjir bandang kemarin ada desa yang tidak layak dihuni," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan ketika ditemui warga di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (9/1).

Dia menambahkan saat ini Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (DPU - PR) dibantu Badan Informasi Geospasial (BIG) dan lainnya akan mencari lokasi atau wilayah yang aman dari bencana alam baik longsor maupun banjir bandang.

"Kami ingin dalam merelokasi warga baik bedol desa atau tidak itu bisa permanen, jangan seperti yang lalu perumahan tempat relokasi masih berada di lahan rawan bencana alam hingga mereka bisa direlokasi lagi," tambahnya.

Iwan menjelaskan  dalam mencari lahan rekokasi, jajarannya dan BIG bisa memperhatikan keberadaan akses insfrastruktur jalan hingga secara ekonomi tidak 'mengganggu' warga.

"Keberlangsungan ekonomi warga korban bencana alam ini harus terjaga dan untuk lahan bekas rumah mereka yang dimiliki oleh masyarakat, akan dibebaskan oleh negara," jelas Iwan.

Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin berharap  bantuan biaya pembangunan rumah di lahan  relokasi dari pemerintah pusat atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Kalau untuk mencari dan menyediakan lahan itu tugas Pemkab Bogor, sementara untuk biaya pembangunan rumah relokasinya itu kami harapkan menjadi tugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," harap Ade.

Usai mengunjungi lokasi bencana alam banjir bandang dan longsor di Kecamatan Sukajaya, Selasa (7/1) kemarin, Presiden Joko Widodo  meminta warga yang rumahnya mengalami rusak dan rawan bencana alam harus segera direlokasi.

Kepada pemerintah daerah dan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  untuk segera mencari tanah yang aman untuk selanjutnya menjadi tempat relokasi warga Kecamatan Sukajaya yanh menjadi korban bencana alam banjir bandang dan longsor. (Reza Zurifwan)


Editor : Bsafaat