Reaktivasi Bandara Husein Jadi Harapan Wisatawan dari Malaysia

Wacana reaktivasi penerbangan pesawat jet di Bandara Husein Sastranegara kembali menguat. Bagi sektor pariwisata Jawa Barat, khususnya Bandung Raya.

Reaktivasi Bandara Husein Jadi Harapan Wisatawan dari Malaysia
Wacana reaktivasi penerbangan pesawat jet di Bandara Husein Sastranegara kembali menguat

INILAHKORAN.ID - Wacana reaktivasi penerbangan pesawat jet di bandara husein Sastranegara kembali menguat. Bagi sektor pariwisata Jawa Barat, khususnya Bandung Raya, langkah tersebut dinilai bukan sekadar urusan transportasi udara, melainkan pintu masuk strategis untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara dan menggerakkan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan menegaskan, aksesibilitas menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam pengembangan destinasi wisata. Karena itu, keberadaan bandara dengan konektivitas yang kuat memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan industri pariwisata.

"Salah satu memang persyaratan untuk perkembangan pariwisata adalah yang namanya akses. Nah yang kedua adalah, salah satu target dan indikator pariwisata adalah kunjungan wisatawan mancanegara," kata Iendra saat ditemui di Museum Sri Baduga, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, kunjungan wisatawan asing selama ini juga menjadi indikator penting yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) melalui pintu masuk bandara. Kondisi tersebut membuat keberadaan penerbangan internasional menjadi faktor krusial dalam mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Jawa Barat.

Saat ini, Jawa Barat masih mengandalkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai gerbang utama penerbangan internasional. Namun jumlah rute internasional yang tersedia masih terbatas.

"Kunjungan mancanegara ini memang BPS menghitungnya secara metode surveinya adalah dari bandara. Nah artinya bahwa kita harus menyiapkan bandara. Seperti dipahami bahwa bandara yang kita punya adalah Kertajati, itu pun yang terus kita coba optimalkan. Dan memang hanya masih tersisa pesawat yang dari Singapura," ujarnya.

Iendra menegaskan, bandara husein sebenarnya tidak pernah berhenti beroperasi. Aktivitas penerbangan komersial masih berlangsung, meskipun dibatasi hanya untuk jenis pesawat tertentu sesuai regulasi pemerintah pusat.

"Pertama Husein itu tidak ditutup. Artinya bahwa penerbangan komersil pun ada. Tetapi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan bahwa bandara nomor satu di Jawa Barat ini adalah Kertajati yang sifatnya internasional," katanya.

Ia menjelaskan, status bandara husein sebagai bandara yang dikelola TNI Angkatan Udara membuat operasionalnya harus menyesuaikan ketentuan yang berlaku. Salah satunya terkait pembatasan penggunaan pesawat jet.

"Bandara kedua hanya dibatasi untuk pesawat baling-baling. Dan itu masih berlaku. Sekarang sudah ada Wings yang ke Semarang kemudian yang ke Jogja," jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, aspirasi agar bandara husein kembali melayani penerbangan jet terus mengemuka. Dorongan datang dari pelaku usaha pariwisata hingga wisatawan mancanegara yang selama ini menjadikan Bandung sebagai destinasi favorit.

Iendra mengungkapkan, wisatawan asal malaysia bahkan beberapa kali menyampaikan harapan agar penerbangan langsung ke Bandung kembali dibuka melalui bandara husein.

"Memang saya dengar langsung juga dari wisatawan malaysia begitu berharap bandara husein juga bisa ada penerbangan dari malaysia atau dari luar Pulau Jawa. Karena pesawatnya harus menggunakan pesawat jet," ungkapnya.

Menurutnya, keputusan terkait pembukaan kembali penerbangan jet sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Namun apabila kebijakan itu terealisasi, dampaknya diyakini akan langsung terasa pada sektor pariwisata dan ekonomi.

"Kalau bicara dampak, pasti. Karena tadi inlet dan outlet-nya kan bandara untuk mancanegara. Nah tentunya kalau domestik pasti akan ini lagi. Nah dampaknya juga terhadap ekonomi pasti Insya Allah," ujarnya.

Iendra menilai, pengalaman sebelum pembatasan operasional bandara husein menjadi bukti nyata bahwa akses penerbangan langsung mampu menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Dan ini sudah terbukti sebelum dibatasinya, bukan ditutup ya, dibatasinya bandara husein dengan kapasitas pesawat baling-baling atau ATR. Ya pastilah berdampak besar terhadap ekonomi, perkembangan pariwisata juga," katanya.

Ia juga melihat adanya perubahan tren wisatawan asal malaysia dan Singapura. Jika dahulu identik dengan wisata belanja, kini pasar tersebut mulai bergeser ke wisata berbasis alam dan pengalaman.

"malaysia segmentasinya tidak hanya berbelanja, tetapi adalah ke tempat-tempat wisata yang sifatnya alam," tuturnya.

Saat ini wisatawan dari malaysia dan Singapura masih banyak masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung menggunakan kereta cepat Whoosh. Namun jika penerbangan langsung ke bandara husein kembali dibuka, arus wisatawan diyakini akan meningkat signifikan.

"Artinya kan kita membuka inlet dan outlet-nya, kemudian menyiapkan pesawatnya, itu sudah pasti Insya Allah akan berkembang lagi," tandasnya.***


Editor : JakaPermana