PTM di Kabupaten Cirebon, Disdik Pastikan Sekolah Terapkan Prokes
Kepala Disdik Kabupaten Cirebon Denny Supdiana memastikan pada PTM yang telah dilaksanakan di daerahnya tetap menerapkan prokes.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon Denny Supdiana memastikan pada masa pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah dilaksanakan di daerahnya, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Kegiatan pun dipastikan berjalan lancar tanpa hambatan. PTM di Kabupaten Cirebon dilaksanakan atas dasar tindak lanjut dari surat edaran menteri tanggal 16 Agustus 2021 kemarin.
“Kita menindaklanjutinya dengan surat edaran kepala Dinas Pendidikan tanggal 19 Agustus. Disitu menyebutkan bahwa sekolah khusunya SD dan SMP sudah bisa melaksanakan tatap muka dengan syarat tetap 50 persen,” kata Denny, Kamis 9 September 2021.
Baca Juga: PTM Terbatas Hari Kedua di SMA PGII 1 Kota Bandung, Berjalan Lancar
Ketentuannya, yang pertama harus ada izin dari orang tua siswa, yang kedua harus hasil musyawarah dari komite. Sedang yang ketiga, harus ada pembicaraan juga dengan satgas covid tingkat kecamatan sehingga PTM bisa dilaksanakan.
Terkait penerapan prokes, anak-anak atau siswa harus pakai masker, menjaga jarak diatur, dan dihadiri maskimal 50 persen untuk pelaksanaan pendidikannya.
"Misalnya, ada yang membagi kelas 1, 2, dan 3 hari Senin, Rabu, dan Jumat. Kelas selanjutnya itu hari Selasa, Kamis dan hari Sabtu kebanyakan begitu. Dan alhamdulillah dilaksanakan itu sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Baca Juga: Hari Pertama PTM Terbatas di Bandung, Jangan Sampai Covid-19 Menggila Lagi!
Denny menerangkan, pihaknya tidak memungkiri di awal pelaksanaan terdapat beberapa kendala. Seperti halnya prasarana dan lingkungan yang belum tertata dengan baik. Namun hal itu wajar, mengingat selama dua tahun ini kegiatan PTM vakum.
“Seperti ada rumput dan segala macam, karena sudah lama ditinggalkan sekolah itu, sudah ditinggal oleh murid oleh guru. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin melakukan perbaikan prasarana," ungkapnya.
Namun, lanjut dia, pada intinya masyarakat khususnya orang tua siswa menyambut baik dengan adanya PTM ini. Menurutnya, pembelajaran secara daring pun menjadi sebuah peringatan tersendiri bagi para orang tua, karena betapa banyaknya kendala dan permasalahan yang terjadi selama belajar di rumah.
Baca Juga: Hari Pertama PTM Terbatas di Bandung, Jangan Sampai Covid-19 Menggila Lagi!
Dia menilai, betapa berperannya para guru untuk mendidik anak-anaknya yang selama ini mungkin kerap mendapatkan protes dari para orang tua siswa ketika guru bersikap sedikit keras terhadap mereka.
“Sekarang menyadari ketika belajar di rumah banyak sekali kendala, banyak sekali permasalahan yang harus dilakukan dalam mendidik anak apalagi anak SD. Kemarin saja, ketika daring masih ada anak kelas 2 belum bisa baca. Karena mungkin pendidikan dirumahnya orang tua sibuk, akhirnya pendidikannya kurang maksimal,” katanya. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


