Jangan Panik Jika Terjadi KIPI Usai Disunti Vaksin Covid-19

Apapun jenis vaksinnya, setiap orang memiliki sensibilitas berbeda terhadap vaksin Covid-19. Ada yang merasakan otot nyeri, lemas, pusing.

Jangan Panik Jika Terjadi KIPI Usai Disunti Vaksin Covid-19

INILAHKORAN, Garut - Apapun jenis vaksinnya, setiap orang memiliki sensibilitas berbeda terhadap vaksin Covid-19. Ada yang merasakan otot-ototnya nyeri, lemas, pusing, atau demam beberapa saat usai divaksin.

Kejadian dirasakan tubuh atau biasa disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) itu menurut Ketua Komisi Nasional KIPI Hingki Hindra Irawan Satari merupakan reaksi alamiah yang tak perlu disikapi dengan kecemasan berlebihan.

Tubuh bereaksi menetralisir terhadap setiap benda asing yang masuk. Dalam hal tersebut berupa vaksin yang berisikan antara lain antigen, antibiotik, dan pengawet. Reaksi tubuh tersebut bisa berupa radang, nyeri otot, pusing, dan lainnya karena sel-sel imun dimobilisasi oleh tubuh guna menetralisir benda asing untuk kemudian terbentuk kekebalan.

Baca Juga: Garut Sediakan 500 Dosis Vaksin Pfizer di Sentra Vaksinasi Pendopo

"Itulah yang dirasakan. Cuma, sensibilitas orang itu berbeda-beda, tetapi hasil akhirnya terbentuk kekebalan," paparnya dalam perbincangan kanal Yyoutube.

Hingki menegaskan, KIPI tidak berhubungan dengan imunisasi. Reaksinya biasanya terjadi berkaitan adanya kecemasan atau ketakutan seseorang sebelum atau sesudah divaksin. Bukan karena produk vaksin cacat, atau kekeliruan prosedur pemberian vaksin.

Sejauh ini, katanya, vaksin yang dipergunakan di Indonesia terbilang aman atau dapat ditolerir.

Akan tetapi, dia tak menyangkal ada orang memiliki alergi terhadap komponen yang ada dalam vaksin. Sehingga untuk menghindari hal tak diinginkan, orang yang hendak divaksin, khususnya yang memiliki alergi terhadap obat tertentu, maka dianjurkan divaksin di fasilitas layanan kesehatan yang lengkap, dan ada dokternya. Sehingga kalau terjadi apa-apa bisa segera dilakukan pertolongan.

Baca Juga: Meski Kasus Covid-19 Turun, Rendahnya Capaian Vaksinasi Sebabkan PPKM Garut Naik ke Level 3

Bagaimana jika seseorang mengalami KIPI? Menurut Hingki, sebenarnya setiap pelaksanaan vaksinasi, orang yang sudah divaksin itu diharuskan menunggu selama 10-15 menit untuk dilihat reaksinya pascavaksin. Jika terjadi KIPI maka dapat segera dilakukan penanganan.

"Di kartu vaksin juga kan ada nomor telepon petugas yang bisa dihubungi kalau terjadi KIPI. Sayangnya, kebanyakan yang mengalami KIPI itu lapornya malah ke sosmed, bukan ke petugas," ujarnya.

Hingki juga mengingatkan, orang usai divaksin semestinyalah jangan lengah. Protokol kesehatan seperti memakai masker dengan benar, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan menjaga jarak tetap harus dijalankan. Disiplin melaksanakan protokol kesehatan merupakan cara efektif mencegah penularan virus.

Baca Juga: Suntik 2.000 Orang per Hari, Pemkab Garut Resmi Lanjutkan Sentra Vaksinasi Covid-19

Dia menyebutkan, imunisasi itu hanya menambah daya tahan tubuh seseorang. Namun virus dan variannya enggak bisa dicegah oleh lingkungan. Vaksin enggak bisa mencegah timbulnya kerumunan atau orang berjalan-jalan.

"Kalau kita lengah, mendekati ruangan yang konsentrasi virusnya tinggi, ya suatu saat bisa kena. Hanya kalau sudah divaksin, sebagian besar atau 80 persen enggak dirawat di rumah sakit, enggak sampai masuk ICU atau sampai fatal," ujarnya.***(zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran