Pemkab Cirebon Perlu Ratusan Kontainer, Ribuan Ton Sampah Tercecer di Jalanan

Pemkab Cirebon perlu ratusan kontainer tambahan untuk angkut ribuan ton sampah yang tercecer di jalanan.

Pemkab Cirebon Perlu Ratusan Kontainer, Ribuan Ton Sampah Tercecer di Jalanan
Pemkab Cirebon perlu tambahan ratusan kontainer lantaran ribuan ton sampah tercecer di jalanan.

INILAH, Cirebon - Saat ini di Kabupaten Cirebon masih membutuhkan ratusan kontainer untuk mengangkut ribuan ton sampah yang tercecer di jalanan.

Seharusnya, kontainer ukuran besar tersebut disimpan di setiap desa yang ada di Kabupaten Cirebon.  Tujuannya, meminimalisir sampah yang tak terangkut ke TPA Gunung Santri tercecer di jalan.

Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono membenarkan masalah tersebut.

Baca Juga: Kim Seon Ho Diam-Diam Donasikan 50 Juta Won untuk Anak-anak yang Menderita Leukemia

Menurutnya, saat ini pihak LH hanya memiliki 192 kontainer sampah.

Kontainer tersebut tersebar di Kabupaten Cirebon termasuk disimpan di bidang industri, hotel, perusahaan dan desa. Namun untuk desa, hanya ada 70 kontainer saja.

"Desa itu jumlahnya 412. Jadi kita masih butuh ratusan kontainer untuk bisa mengcover seluruh desa yang ada. Beberapa kali mengajukan tapi belum di acc sampai sekarang. Padahal ini sangat penting agar warga tidak membuang sampah sembarangan," kata Fitroh, Senin 14 Februari 2022.

Baca Juga: Dahsyatnya 4 Pertanyaan di Hari Kiamat, Ustadz Khalid Basalamah: Orang Beriman Bergetar Hatinya

Fitroh menjelaskan, sampai saat ini volume sampah terutama sampah rumah tangga totalnya mencapai 1.230 ton.

Dengan hanya 192 kontainer yang dimiliki LH, maka ada sekitar 1.000 ton lebih sampah yang dibuang masyarakat dijalanan setiap harinya.

Jadi wajar saja, kalau selama ini banyak sampah yang berserakan di banyak ruas jalan desa.

Baca Juga: Orang Tua Jangan Maksa! Tunda Vaksinasi Covid 19 Andai Anak Alami Satu dari Tujuh Hal Ini

"Kalau saja satu desa ada satu kontainer, tercecernya sampah di jalanan bisa dihindari. Kami kan mengangkut ke TPAS langsung dari kontainer dan TPA yang ada di desa. Kalau tiap hari mungutin sampah yang tercecer dijalan, ya tidak mungkin," ungkapnya.

Dia menjelaskan, kontainer sampah yang ada di desa mampu menampung sekitar tiga ton sampah. Ini hampir sama dengan rata-rata volume sampah di setiap desa.

Dalam sehari setiap desa yang ada menghasilkan volume sekitar tiga ton sampah.

Namun ada juga sekitar 20 ton sampah yang didalamnya termasuk sampah industri bisa ditampung dan dijual kepenampungan di wilayah Kecamatan pangurangan.

Baca Juga: Pengrajin Tahu di Bandung Ancam Mogok Produksi, Ternyata Gara-gara Ini...

"Lumayan ada sampah yang tidak masuk TPAS Gunung santri. Ini bisa mengurangi volume sampah disana. Dua puluh ton itu sampah rumah tangga dan industri yang langsung ditampung di Panguragan. Biasanya plastik air mineral dan besi besi," paparnya.

Fitroh menambahkan, saat ini kekuatan TPAS Gunung Santri masih bisa bertahan sekitar dua tahun lagi.

Saat ini dalam sehari TPAS tersebut hanya bisa menampung sekitat 150 ton sampah, hasil pengangkutan dari seluruh desa dan industri yang ada di Kabupaten Cirebon. Kapasitasnya sendiri, masih kuat menampung 150 ribu ton.

Baca Juga: PSIS Hanya Punya 11 Pemain Ladeni Persib, Dragan Djukanovic: Kami Siap Bertanding!

"Justru itu, kami sekarang sedang menunggu dibangunnya TPAS Kubang Deleg. Itu luasnya lima hektare dan daya tampungnya bisa sampai satu juta ton dalam kurun waktu sepuluh tahun. Detailnya silahkan tanya ke Dinas PUTR. Kami hanya penerim manfaat saja," tukasnya.***(maman suharman)


Editor : inilahkoran