Perbaikan Dua Ruang Kelas yang Rusak di SDN Kalimeang III Kabupaten Cirebon Segera Dilakukan

Disdik Kabupaten Cirebon menjanjikan akan memperbaiki dua ruang kelas yang rusak di SDN Kalimeang III. Perbaikan itu diajukan di APBDP 2022.

Perbaikan Dua Ruang Kelas yang Rusak di SDN Kalimeang III Kabupaten Cirebon Segera Dilakukan
Kabid SD Disdik Kabupaten Cirebon Heri Purnama menjelaskan, terkait kondisi SDN Kalimeang III di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon yang diberitakan rusak, pihaknya sudah mengecek langsung ke lokasi. Hasilnya, terdapat dua ruang kelas yang rusak sedang.

INILAHKORAN, Cirebon - Disdik Kabupaten Cirebon menjanjikan akan memperbaiki dua ruang kelas yang rusak di SDN Kalimeang III. Perbaikan itu diajukan di APBD Perubahan 2022.

Kabid SD Disdik Kabupaten Cirebon Heri Purnama menjelaskan, terkait kondisi SDN Kalimeang III di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon yang diberitakan rusak, pihaknya sudah mengecek langsung ke lokasi. Hasilnya, terdapat dua ruang kelas yang rusak sedang.

"Di SDN Kalimeang III itu ada dua ruang kelas yang rusak sedang. Bukan tiga kelas. Kondisi plafonnya memang jebol di beberapa titik dan itu tidak terbengkalai apalagi sampai lima tahun seperti yang diberitakan," ujar Heri saat ditemui di Disdik Kabupaten Cirebon, Selasa 2 Agustus 2022.

Baca Juga: Ayo Berkunjung ke Perpustakaan Outdoor dan Mengenal Sejarah Tanaman Kina di Sabda Desa Edupark Pangalengan

Namun, lanjut dia, pihaknya sudah berupaya agar segera diperbaiki. Yakni dengan mengajukan di anggaran perubahan agar kerusakan ruang kelas tersebut bisa langsung direhab demi kenyamanan kegiatan belajar mengajar di SDN setempat.

"Sudah langsung kita ajukan di anggaran perubahan untuk rehab. Ya mudah-mudahan bisa direalisasikan ajuannya. Supaya tahun ini juga bisa direhab," kata Heri.

Heri menjelaskan, saat munculnya berita yang terdapat anak-anak belajar di teras depan sekolah, harus diluruskan. Menurutnya, berdasarkan pengakuan dari pihak sekolah bukannya tidak ada kelas yang tidak bisa dipakai. Tetapi, karena sengaja belajar di luar kelas supaya peserta didik tidak bosan.

Baca Juga: Tanggapi Bansos Presiden yang Dikubur dalam Tanah di Depok, Mensos Risma: Bukan Zaman Saya

"Karena kebetulan di SD itu kan muridnya tidak terlalu banyak. Dan sebenarnya ada ruang kelas yang bisa digunakan. Sebab belajarnya di shif," ucapnya.

Ia mengaku, memang kondisi sekolah atau ruang kelas yang ada di SD di daerahnya banyak yang kondisinya rusak. Baik rusak ringan, sedang, hingga berat. Saat ini pihaknya juga terus berusaha mencari anggaran untuk merehab kerusakan-kerusakan tadi.

"Makanya kita terus berupaya meminta anggaran dari provinsi maupun pusat," jelasnya.

Baca Juga: Sempat Tercemar Hingga Berwarna Hitam, Kondisi Situ Dua Ciburuy di KBB Berangsur Pulih

Heri meminta kepada para kepala SD untuk bisa menjaga dan merawat sekolah mereka masing-masing. Sebab, selama ini banyak pihak yang abai akan kondisi sekolah mereka. Ketika ada kerusakan sedikit seperti genteng bocor, tidak langsung dibenahi.

"Kalau bocor tidak langsung dibenahi. Jadi ya merambat ke kayu hingga rapuh. Makanya, sekarang sih untuk rehab, atasnya kita pakai baja ringan," tukasnya.

Baca Juga: PTM di Cimahi Terancam Ditutup, Jika Kasus Covid 19 Melebihi 5 Persen

Diberitakan sebelumnya, beberapa ruang kelas di SDN Kalimeang III Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon kondisi memprihatinkan. Bagian atapnya sudah rusak parah dan mengkhawatirkan ambruk.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, sudah beberapa tahun ini pihak sekolah menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di luar kelas. Bahkan, sering kali KBM digabung antara kelas 1,2,3 di dalam ruang kelas yang kondisinya masih aman untuk dipakai. (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran