Sempat Tercemar Hingga Berwarna Hitam, Kondisi Situ Dua Ciburuy di KBB Berangsur Pulih
Kondisi air di Situ Dua Ciburuy, Kecamatan Padalarang KBB yang sempat tercemar telah mulai pulih sejak dua pekan lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi air di Situ Dua Ciburuy, Kecamatan Padalarang KBB yang sempat tercemar telah mulai pulih sejak dua pekan lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat panik lantaran kondisi air di Situ Dua Ciburuy berubah warna hitam. Warga menduga kondisi tersebut terjadi lantaran tercemar limbah pabrik.
Ketua RW 08 Kampung Kuta Luhur, Desa Ciburuy Wati mengatakan, kondisi danau Situ Dua Ciburuy ini membaik pasca Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) KBB melakukan sidak dan penyegelan kepada sejumlah pelaku yang diduga membuang limbah ke lokasi yang tercemar.
Baca Juga: PTM di Cimahi Terancam Ditutup, Jika Kasus Covid 19 Melebihi 5 Persen
“Sesudah sidak waktu itu, malamnya hujan besar. Limbah otomatis kedorong dan kebuang. Alhamdulillah sekitar dua minggu kondisi air ini membaik,” katanya kepada wartwaran, Selasa 2 Agustus 2022.
Ia menyebut, warga di sekitaran danau Situ Dua Ciburuy sudah dapat memakai air tersebut guna keperluan sehari-hari mereka, seperti mencuci kendaraan dan baju.
“Waktu masih tercemar, mereka engga berani memakai air itu. Tapi sekarang saya lihat aktivitas warga sudah seperti biasanya,” sebutnya.
Baca Juga: Belum Merdeka, Rahcmat Yasin Diwajibkan Lapor ke Bapas 2 Minggu Sekali
Tak hanya itu, lanjut dia, tiga sumur warga yang sebelumnya tercemar pun, kini sudah normal kembali. “Sekarang sudah baik dan sumur pun sudah bisa dipakai lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, sedikitnya ada lima industri yang disegel pemerintah lantaran diduga menjadi sumber pencemaran air di Situ Dua Ciburuy.
Baca Juga: 20 Link Twibbon Peringati HUT ke 77 RI Pada 17 Agustus 2022
"Lima industri itu yakni 2 industri pencucian karing bekas, dan 3 industri batako berbahan baku limbah batu bara atau fly ash and bottom ash (FABA)," tuturnya.
"Mudah-mudahan tidak ada lagi yang membuang limbah sembarangan. Kita sama-sama menjaga Situ Ciburuy untuk kepentingan bersama," tandasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


