PTM di Cimahi Terancam Ditutup, Jika Kasus Covid 19 Melebihi 5 Persen
SE Mendikbud-Ristek No 7/2022, pelaksanaan PTM di Cimahi terancam ditutup apabila kasus Covid 19 di sekolah sudah melebihi angka 5 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pelaksanaan PTM di Cimahi terancam ditutup apabila kasus Covid 19 di sekolah sudah melebihi angka 5 persen.
Kebijakan PTM di Cimahi terancam ditutup tersebut merujuk pada SE Mendikbud-Ristek Nomor 7 Tahun 2022. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus Covid 19 di Kota Cimahi saat ini cenderung mengalami peningkatan. Bahkan, jumlah kasus positif tercatat mencapai 77 orang yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono mengatakan, terkait kebijakan PTM di Cimahi terancam ditutup tersebut pihaknya pun telah menyampaikan ke semua sekolah. Diharapkan, kasus Covid 19 tak mencapai ambang batas yang ditentukan.
Baca Juga: Belum Merdeka, Rahcmat Yasin Diwajibkan Lapor ke Bapas 2 Minggu Sekali
"Kita sudah menerima surat edaran diskresinya (SE Mendikbud-Ristek Nomor 7 Tahun 2022). Kita sudah sampaikan ke setiap sekolah, jadi semua sekolah sudah paham aturannya," katanya kepada wartawan, Selasa 2 Agustus 2022.
Ia menjelaskan, selama PTM tahun ajaran 2022-2023 ini sudah ada guru dan siswa yang terpapar kasus Covid 19 dengan gejala demam hingga batuk dan pilek.
"Namun, mereka dipastikan tidak memaksakan masuk sekolah," jelasnya.
Baca Juga: Lemkapi Minta Polri Pakai Lie Detector untuk Usut Kasus Kematian Brigadir Yosua
Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya pun tidak langsung menutup sekolah yang didapati ada guru dan siswanya terpapar lantaran angka kasusnya tidak mencapai 5 persen.
"Kalau di edaran lama memang harusnya ditutup, tapi edaran baru tidak. Kecuali kasus atau hasil tracing lebih dari 5 persen baru ditutup,"sebutnya.
Ia menerangkan, dengan masih adanya siswa dan guru yang masih terpapar Covid 19, pihaknya meminta agar guru dan siswa yang menjalani PTM tetap menerapkan protokol kesehatan.
Baca Juga: Sebut TKK Bebani APBD, Anggota DPRD KBB Sarankan Hal Ini
Menurutnya, upaya tersebut mesti dipatuhi untuk mencegah adanya klaster baru di sekolah supaya aktivitas PTM yang sedang berjalan tidak sampai ditutup sementara.
"Kita sudah sampaikan ke guru dan siswa kalau kondisi badan tidak fit jangan masuk sekolah karena untuk pencegahan," tutupnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


