Rekomendasi Empat Curug di Jabar Ini Pas Dikunjungi Untuk Healing

Curug menjadi salah satu magnet wisata unggulan di Jabar. Jadi tidak ada salahnya untuk menghabiskan long weekend pekan ini

Rekomendasi Empat Curug di Jabar Ini Pas Dikunjungi Untuk Healing
Curug menjadi salah satu magnet wisata unggulan di Jabar. Jadi tidak ada salahnya untuk menghabiskan long weekend pekan ini

INILAHKORAN, Bandung -Curug atau air menjadi destinasi wisata yang pas untuk melepas penat atau healing mengingat aktivitas sudah kembali padat selepas libur Lebaran 2022. Bicara soal curug, tentu saja memilki banyak potensi destinasi macam tersebut.

Curug menjadi salah satu magnet wisata unggulan di Jabar. Jadi tidak ada salahnya untuk menghabiskan long weekend pekan ini untuk mengunjungi curug yang ada di Jawa Barat sekaligus healing.

Sedikitnya ada empat curug di Jabar sebagai rekomendasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar yang dapat anda kunjungi. Di mana saja?

Baca Juga: Kunjungan Objek Wisata di Lembang Membludak, Pemda KBB pun Lakukan Pembatasan Kapasitas

1. Curug Cimahi

Curug Cimahi atau yang populer disebut Curug Pelangi memiliki tinggi 80 meter. Air yang terjun dari curug ini, berasal dari Situ Lembang, yang mengairi wilayah Kota Cimahi dan sekitarnya.

Nama Curug Cimahi sendiri berasal dari kata 'ci' atau air dan 'mahi' yang berarti cukup dalam bahasa Sunda.

Secara administratif Curug Cimahi berada di Desa Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Untuk tiba ke sini menggunakan angkutan umum, traveler bisa menuju Lembang dan naik angkot jurusan Lembang - Cisarua.

Baca Juga: Memasuki Libur Lebaran 2022, Objek Wisata Air Panas di Garut Ramai Dikunjungi Wisatawan

Ratusan anak tangga yang menurun akan menyapa traveler setelah menjejakkan kaki melewati pos karcis Curug Cimahi atau yang kini dikenal sebagai Curug Pelangi.

Memang, perlu perjuangan ekstra untuk menikmati kesegaran curug setinggi 80 meter ini secara langsung. Traveler juga perlu berhati-hati saat menapaki anak tangga, khususnya saat musim hujan.

Di sini, traveler juga bisa menyaksikan kawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang bergelantungan di pepohonan dari alam yang masih alami di sekitar curug.

Baca Juga: Dampak PPKM Level 3 Mulai Terasa, Pengusaha Objek Wisata Pun Mengeluh

Sesampainya di dasar Curug Cimahi, traveler bisa langsung menikmati segarnya danau. Tapi, ada larangan untuk berenang di sana karena kedalaman danau mencapai dua meter lebih.

Di sana juga tersedia musala, toilet, ruang ganti dan warung yang dikelola oleh penduduk lokal.

Secara administratif Curug Cimahi berada di Desa Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Untuk tiba ke sini menggunakan angkutan umum, traveler bisa menuju Lembang dan naik angkot jurusan Lembang - Cisarua.

Harga tiketnya pun tergolong murah untuk pengalaman yang ditawarkan, yakni Rp. 17.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 untuk wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Disparbud Jabar Cari Cara Biar roda Wisata dan Geliat UMKM Berjalan Selaras


2. Curug Malela*

Curug Malela merupakan salah satu magnet wisata di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Curug ini memiliki lebar 55 meter dengan tinggi 60 meter, karena kemegahannya tak jarang Malela kerap disebut kembaran air terjun Niagara dari Bandung.

Geolog Titi Bachtiar menulis dalam bukunya, Bandung Purba, bahwa kata 'malela' merupakan ungkapan rasa kagum masyarakat di Tatar Sunda untuk sesuatu yang lebih dari biasanya.

Curug ini berundak-undak, tentunya akan memikat mata ketika debit airnya tinggi di musim penghujan. Guyuran air yang jatuh, seperti tirai putih yang menutupi bebatuan lempung yang usianya jutaan tahun.

Sebenarnya, Curug Malela merupakan satu dari tujuh curug yang berada di Desa Cicadas, Rongga, Bandung Barat. Di sana ada Curug Katumbiri, Curug Manglid, Curug Ngebul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk.

Perlu tekad yang bulat dan jiwa petualangan yang tinggi untuk bisa menikmati kemegahan curug Malela, sebab destinasi wisata ini berjarak sekitar 69 kilometer dari Gedung Sate, Kota Bandung.

Baca Juga: Mau Wisata ke Garut? Disparbud: Akses Jalan Layak Dilintasi Kendaraan

Selain itu, wisatawan masih harus menempuh perjalanan menuruni bukit sejauh kurang lebih 1,5 kilometer, karena curug ini berada di antara lembah.

Tetapi jangan khawatir, pemerintah daerah telah membenahi infrastrukur bagi pelancong, selain itu ada juga deretan warung yang dikelola warga lokal yang bisa dijadikan tempat singgah untuk memulihkan stamina.

Rasa lelah tak akan begitu terasa saat menuruni lembah. Pasalnya, suara riam air terjun dan rindangnya pepohonan di Tanah Priangan akan menjadi teman perjalanan traveler yang ke sana.

Pihak pengelola menarik kocek Rp 10 ribu untuk tiap wisatawan yang masuk ke area wisata Curug Malela. Di sekitar curug pun terdapat spot foto selfie, yang jadi spot favorit di Malela.

3. Curug Cikaso

Geopark Ciletuh punya curug cantik dan megah bernama Cikaso. Air jernih yang mengalir dari tiga curug yang meluncur ke kolam hijau kebiru-biruan, memberikan ketenangan.

Air terjun atau Curug Cikaso ini memiliki tinggi sekitar 80 meter dengan lebar sekitar 100 meter, aliran air yang mengalir di antara celah-celah bebatuan sungai menambah pesona tempat ini.

Curug Cikaso ini memiliki tiga jalur air terjun yang masing-masing mempunyai nama, yakni Curug Asepan, Curug Meong dan Curug Aki yang tumpah ke kolam besar yang bisa dimanfaatkan untuk bermain air di area sungai yang dangkal.

Baca Juga: Nataru, Disparbud 'Pelototi' Tempat Wisata dan Hiburan di Bandung

Keindahan Curug Cikaso sayang untuk dilewatkan begitu saja, wisatawan bisa berburu foto di sini dengan pemandangan dua aliran terjun yang berdiri megah. Jangan lupa untuk membawa baju ganti, karena wisatawan pasti tergoda untuk basah-basahan di sini.

Aktivitas wisata lainnya, wisatawan bisa menyusuri Sungai Cikaso yang mengalir setelah kolam. Di sini wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan alam kawasan hutan tropis dengan tebing-tebing menjulang yang memanjakan mata.

Secara administrasi, Curug Cikaso ini terletak di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Dari pusat Kota Sukabumi, curug ini berjarak kurang lebih 70 KM dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam - 2 jam perjalanan.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Liburan Indie – Endah N Rhesa

Akses jalan menuju wilayah Cikaso cukup baik, tetapi dari jalan utama dan parkiran kendaraan, wisatawan masih perlu melakukan treking sekitar 100 meter. Harga tiket untuk masuk ke kawasan Curug Cikaso pun masih murah meriah yakni sekitar Rp 5.000 - Rp. 10.000.

Pengelola menyediakan tempat ganti baju, dan terdapat warung-warung sederhana yang dikelola warga di sini. Disarankan wisatawan untuk membawa kantong sampah sendiri, karena tempat sampah masih minim.

4. Curug Citambur

Curug Citambur merupakan salah satu permata tersembunyi yang berada di Cianjur Selatan. Curug ini memiliki keindahan, yang seolah membawa siapa pun yang datang ke sana seperti terserap ke negeri dongeng lantaran keindahannya.

Konon, nama Citambur dihubungkan dengan legenda setempat, yakni Prabu Tanjung Sanghyang Anginan yang kerap mengunjungi tempat tersebut untuk bersuci dan bersemedi. Kedatangan sang prabu dIikuti oleh pengikutnya yang menabuh alat musik tambur atau dogdog yang bunyinya terdengar hingga ke pelosok desa.

Cerita lainnya, nama Citambur berasal dari suara deburan air dari atas tebing yang menghujam bebatuan di bawahnya sehingga menimbulkan bunyi seperti suara tambur. Entah mana yang benar, yang jelas Pasir Angin menjadi nama sebuah desa yang berdampingan dengan Desa Karangjaya.

Destinasi wisata ini terletak di Cianjur Selatan, tepatnya di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda. Air terjun ini memiliki tinggi 100 meter, yang membuatnya menjadi curug tertinggi di Jawa Barat dan ketujuh tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Puncak dan Lembang Padat, Ini Upaya Polisi Urai Kemacetan

Kontur air terjun yang bertingkat-tingkat berbaur serasi dengan rindangnya pepohonan. Air yang turun dari mata air wilayah Resort Pemangkuan Hanyawar Timur 2 itu sangat jernih. Namun, pengunjung tak disarankan berenang di sana, mengingat derasnya air dan curamnya bebatuan.

Kearifan flora dan fauna di wana wisata alam ini masih terjaga. Pohon Rasamala yang merupakan salah satu pohon eksotis dari Tanah Pasundan, tumbuh subur di sini. Begitu pun dengan berbagai jenis hewan seperti kera, luwak hingga kijang pun masih dapat ditemui di wilayah lahan yang dikelola Perhutani itu

Untuk sampai di Curug Citambur, disarankan menggunakan kendaraan pribadi dengan kondisi prima, sebab akses jalanan disana yang sempit dan juga berbatuan. Walau kondisi jalanan yang tidak begitu bagus, pemandangan Curug Citambur yang indah dapat membayar itu semua.


Editor : inilahkoran