Rencana Besar Dibalik MoU Pemprov Jabar dengan Kementerian PU, Jasa Marga dan PTPN
Pemerintah Provinsi Jawa Barat meneken MoU kerja sama dengan Kementerian PU, Jasa Marga dan PTPN di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 3 Desember 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meneken MoU kerja sama dengan Kementerian PU, Jasa Marga dan PTPN di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 3 Desember 2025.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan, dalam kerja sama ini pihaknya menyampaikan terkait arah kebijakan yang akan dilakukan Pemprov. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, jembatan, pembangunan rakyat miskin, penerangan jalan umum hingga listrik.
Mengingat agenda besar tersebut berkaitan dengan tiga lembaga ini, maka Pemprov Jabar lanjut Dedi meminta restu agar dapat merealisasikannya. Soal nilai dalam MoU dalam kerja sama ini, Dedi menegaskan bahwa tidak ada anggaran yang disepakati. Sebab pihaknya bersama tiga lembaga ini hanya penyerahan kewenangan bagi Pemprov Jabar, untuk membangun sejumlah infrastruktur di lahan milik pihak lain tersebut.
Contohnya, Pemprov Jabar berencana akan membangun dua jembatan di Karawang Barat, yang mana tanahnya merupakan milik PT Jasa Marga.
"Dengan program multi use dan kemudian pemerintah juga akan memberikan bantuan dana IJD untuk beberapa jalan provinsi. Jadi kita tukeran, yang ini dikerjakan provinsi, yang ini pusat juga membantu," terang Dedi.
Untuk dua jembatan di Karawang Barat sambung dia, diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp240 miliar.
"Nanti saya tanya ke kepala PU ya, saya angkanya belum tahu pasti. Tapi kalau tidak salah, satu jembatan itu Rp120 miliar. Jadi kalau dua, berarti Rp240 miliar," ucapnya.
Demikian pula dengan PTPN 1 Regional 2, di mana Pemprov Jabar ingin membangun jalan di kabupaten/kota di atas lahan milik PTPN.
"Sehingga barusan kita diberi kewenangan untuk menggunakan tanah itu digunakan jalan," ujarnya.
Tidak hanya itu, Pemprov Jabar juga berencana di 2026 akan melakukan penanganan Sungai Citarum, termasuk penyempurnaan irigasi di sejumlah titik.
"Yang itu menjadi penunjang bagi ketahanan pangan di nasional dan Jawa Barat menjadi salah satu penyumbang ketahanan pangan nasional," katanya.
Untuk Citarum ini sambung dia, pengelolaan dan pengawasan pembuangan limbah industri akan diperketat, guna mencegah pencemaran di Sungai Citarum. Termasuk juga pada sejumlah bendungan yang ada di Jabar.
"Dan nanti Januari saya akan nge-lab awal, dari mulai seluruh bendungan yang ada di Jawa Barat terutama Jatiluhur, Cirata, Saguling. Nge-lab awalnya seperti apa. Nah nanti kita lakukan penelitian pembenahan-pembenahan dan kita labnya akan dilakukan dalam sebulan sekali sehingga kelihatan perubahannya," paparnya.***
Editor : JakaPermana

