Rencana Ngeliwet Bareng Pupus, Julian Dwi Setiyono Meninggal dalam Kecelakaan KA di Cicalengka 

Julian Dwi Setiyono (28) satu dari tiga korban meninggal dunia kecelakaan KA di Cicalengka, Kabupaten Bandung diakui sahabatnya sebagai kehilangan sosok yang dikenal baik dan ramah.

Rencana Ngeliwet Bareng Pupus, Julian Dwi Setiyono Meninggal dalam Kecelakaan KA di Cicalengka 
Brahma Adi Prasetya (26) yang merupakan sahabat dan teman sejak kecil dari masinis muda Julian Dwi Setiyono menceritakannya saat berkunjung ke rumah duka di Kompleks Bukit Permata di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jumat 5 Januari 2023. Dia mengaku terpukul dengan peristiwa kecelakaan KA di Cicalengka. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Julian Dwi Setiyono (28) satu dari tiga korban meninggal dunia kecelakaan KA di Cicalengka, Kabupaten Bandung diakui sahabatnya sebagai kehilangan sosok yang dikenal baik dan ramah.

Brahma Adi Prasetya (26) yang merupakan sahabat dan teman sejak kecil dari masinis muda Julian Dwi Setiyono menceritakannya saat berkunjung ke rumah duka di Kompleks Bukit Permata di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jumat 5 Januari 2023. Dia mengaku terpukul dengan peristiwa kecelakaan KA di Cicalengka.

"Julian Dwi Setiyono itu orangnya baik, kalau warga ngumpul dia pun ikut ngumpul," kata Brahma yang tinggal tak jauh dari rumah duka korabn kecelakaan KA di Cicalengka itu.

Tak lekang dari ingatan Brahma, dua minggu lalu dirinya pun sempat bermain bulutangkis bersama dengan Julian Dwi Setiyono. Bahkan, Rabu kemarin Julian pun berencana ingin mengadakan acara selamatan.

"Tapi saya gak tahu mau ada acara selamatan apa. Beliau hanya bilang mau ada selamatan," ucapnya.

Brahma pun tak menyangka sahabat karibnya itu meninggal dalam insiden kecelakaan KA di Cicalengka.

"Pas tadi denger cerita kecelakaan ini ga nyangka sih. Biasanya kalau hari Jumat tuh beliau libur, dan biasanya salat Jumat bareng warga di sini," ujarnya.

Usai mendengar kabar dari keluarga almarhum yang memastikan bahwa Julian Dwi Setiyono dinyatakan meninggal dunia, Brahma mengurungkan niatnya untuk datang ke RSUD Cicalengka dan memilih untuk menunggu di rumah duka.

"Kabar dari keluarga korban, pak Julian Dwi Setiyono ini berangkat tadi subuh sekitar pukul 02.00 WIB. Biasanya beliau kerja cuma 1 rit, gak pernah sampai 2 hingga 3 rit," ujarnya.

Brahma menuturkan, sosoknya yang tidak pernah neko-neko dan periang membuat Julian disenangi di lingkungan masyarakat.

"Almarhum berencana ngadain acara ngeliwet sambil benerin rumahnya di perumahan Eco Living di Cilame hari ini," tuturnya.

Lebih lanjut Brahma menuturkan, kedekatan secara emosional terjalin antar sesama keluarga. Mulai dari saling mendukung saat istri almarhum yang sempat mengalami keguguran anak keduanya.

"Kemarin anak pertamanya pun baru merayakan ulang tahunnya yang ke-3 tahun secara sederhana," tuturnya.

Tak hanya itu, sambung Brahma, perjalanan Julian Dwi Setiyono untuk menjadi masinis pun diketahui dirinya. Mulai dari saat mendaftar, masuk, menjadi asisten masinis hingga menjadi masinis.

"Setau saya Julian Dwi Setiyono ini menjadi masinis baru 2 tahunan. Sebelum jadi masinis kan beliau ini jadi asisten dulu," ujarnya.

"Beliau sempat bercerita itu. Saya dan teman-teman lainnya pun memberi suport kepada beliau," tandasnya. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani