Revitalisasi Tiga Bangunan Heritage, Pemprov Anggarkan Rp36 miliar
Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan melakukan revitalisasi tahap dua untuk tiga bangunan heritage pada tahun 2020 ini. Yaitu Gedung Sate, Gedung Pakuan dan Saparua.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan melakukan revitalisasi tahap dua untuk tiga bangunan heritage pada tahun 2020 ini. Yaitu Gedung Sate, Gedung Pakuan dan Saparua.
Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, Iip Hidajat mengatakan pihaknya menganggarkan sekitar Rp36 miliar untuk proyek ini.
"Anggaran tahun ini untuk Gedung Sate Rp23 miliar, Gedung Pakuan Rp5,8miliar dan Saparua Rp8,1miliar," ujar Iip di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/1/2020).
Iip menyampaikan, untuk revitalisasi tahap dua Gedung Sate lebih pada tindaklanjut penataan dari proyek 2019. Di antaranya yaitu pembangunan kubah masjid dan pendirian patung dengan tema Jabar dari Selasar Sunaryo.
"Ada taman juga sedikit tidak seperti yang kemarin (revitalilasi 2019) ya. Kemudian lahan parkir motor. Lahan parkir mobil belum kita lakukan sekarang jadi bertahap," katanya.
Revitalisasi ini, menurut Iip, untuk mendukung harapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang ingin menjadikan Gedung Sate, Gedung Pakuan dan Saparua sebagai destinasi wisata.
Khusus di Gedung Sate, nantinya pengunjung tidak sekadar dapat melakukan swafoto atau selfie di beberapa titik dan mengakses museum. Pihaknya berencana menggelar pertunjukan seni dari 27 kabupaten kota, seperti angklung, calung dan tari setiap akhir pekan.
"Jadi Senin sampai Kamis berikan waktu untuk kami bekerja. Nah Sabtu dan Minggu itu nanti kita tentukan, Gedung Sate bisa diakses semuanya. Kita rencana di Februari ini, karena ini akan dikoordinasikan dengan disparbud," paparnya.
Sedangkan untuk revitalisasi tahap dua Gedung Pakuan, dia sampaikan, lebih menitikberatkan pada interior ruang rapat, sound dan layar. Mengingat dari dua lokasi yang akan kembali direvitalisasi, Gedung Pakuan merupakan bangunan paling tua.
"Gedung Sate kan sekitar tahun 1900-an, nah kalau Pakuan itu 1864. Sudah lama karena perwakilan Hindia Belanda dulu ada di sana," katanya.
Iip menambahkan, untuk Saparua pihaknya akan kembali menata sejumlah sarana, di antaranya WC dan tempat parkir. Selain itu, juga akan melengkapi sebagian lokasi yang pada 2019 lalu telah ditata.
"Saparua itu baru setengahnya pedagang yang dari trotoar masuk, masih ada sisanya," ucap dia.
Selain dapat menikmati aneka kuliner, menurut Iip, wisatawan yang datang ke Saparua pun dapat mengakses beberapa lokasi, seperti lapangan basket, jogging track, panjat tebing hingga membaca buku.
"Kita juga akan buka panggung untuk komunitas. Bisa saja komunitas silat, sepeda dan yang lainnya," katanya.
Lebih lanjut, Iip menyampaikan, untuk merenovasi tiga bangunan heritage tersebut pihaknya perlu hati-hati. Mengingat berhubungan erat dengan sejarah.
Karena itu, pihaknya harus berkoodinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk mendapatkan rekomendasi. Agar proyek revatilisasi ini berjalan maksimal, pihaknya sedang menggenjot penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK).
"Nunggu dulu KAK, kemudian lelang DED (detailed engineering desingn), kemudian lelang penyedia jasanya," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : JakaPermana


