Revolusi Industri 4.0 Ubah Wajah Dunia Kerja

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 akan turut mengubah wajah dunia industri secara keseluruhan. Hal ini tentu saja akan berdampak langsung kepada ekonomi setiap negara. Jika bisa mengikuti perkembanga

Revolusi Industri 4.0 Ubah Wajah Dunia Kerja

INILAH, Yogyakarta – Perkembangan Revolusi Industri 4.0 akan turut mengubah wajah dunia industri secara keseluruhan. Hal ini tentu saja akan berdampak langsung kepada ekonomi setiap negara. Jika bisa mengikuti perkembangan zaman maka akan bertahan, jika tidak bisa akan semakin tercecer di belakang.

 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, posisi Indonesia saat ini yang termasuk ke dalam 20 besar negara (G-20) dengan kekuatan ekonomi yang memadai diprediksi akan semakin melejit di masa mendatang berdasarkan kajian yang dilakukan McKinsey & Company.

 

Nasir menjelaskan berdasarkan kajian tersebut Indonesia diprediksi akan berada di posisi keempat sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi digdaya setelah Republik Rakyat Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Namun, tentu saja ada syaratnya.

 

"Tidak mungkin tanpa kerja keras. Dengan potensi ini apa yang harus dilakukan? Menjaga kualitas bonus demografi atau sumber daya manusia menjadi yang utama," kata Nasir dalam orasi ilmiahnya pada Dies Natalis ke-60 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran' Yogyakarta, Sabtu (15/13/2018).

 

Di tengah-tengah perkembangan Revolusi Industri 4.0, kata Nasir, seseorang yang termasuk angkatan kerja tidak akan cukup jika hanya bermodalkan ijazahnya semata. Sepertinya sudah fardhu 'ain jika dia mendapatkan pula pelatihan dan sertifikasi kompetensi dari kampusnya sebelum beranjak terjun ke dunia kerja.

 

"Yang menyebabkan (daya saing SDM) kita rendah adalah (akses) pendidikan tinggi dan juga (minimnya) pelatihan," kata Nasir.

 

Nasir menjelaskan pentingnya sertifikasi kompetensi yakni sebagai upaya dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 agar mempersiapkan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi dengan melakukan penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa.

 

Sudah banyak dampak yang terjadi akibat Revolusi Industri 4.0, kata Nasir, yang diikuti pula dengan perubahan pola hidup masyarakat saat ini. Contohnya, media massa yang saat ini lebih didominasi platform daring ketimbang kertas pada zaman dahulu.

 

Contoh lainnya perubahan industri transportasi yang kini tidak perlu berpayah menyediakan kendaraannya tapi cukup dengan berbasiskan aplikasi online.

 

Begitu pula dengan dunia pendidikan yang kemungkinan besar akan turut berdampak di masa mendatang yang jika tidak disiapkan dengan betul maka akan berdampak signifikan.

 

"Maka apa yang bisa kampus lakukan? Menyiapkan diri lebih baik, memperbaiki kualitas SDM dan juga sistem fasilitasnya. Dengan kerja keras mudah-mudahan sukses," ujar Nasir.


Editor : inilahkoran