Ridwan Kamil Apresiasi Mesin Pengolah Sampah Buatan Kodam III Siliwangi
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengapresiasi inovasi mesin pengolah sampah hasil karya buatan Kodam III Siliwangi. Dia meyakini bila diproduksi secara massal mampu mengurangi jumlah sampah di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengapresiasi inovasi mesin pengolah sampah hasil karya buatan Kodam III Siliwangi. Dia meyakini bila diproduksi secara massal mampu mengurangi jumlah sampah di Jabar.
Ridwan Kamil menyebutkan, mesin pengolah sampah yang dibuat Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo itu merupakan sebuah terobosan guna mengatasi masalah sampah yang memang menjadi beban berat Jabar selama ini.
“Banyak terobosan untuk menyelamatkan lingkungan, kami bangga inovasi datang dari Kodam III Siliwangi dibawah arahan dan temuan dari Pak Pangdam,” ujar Ridwan Kamil usai launching inovasi mesin pengolah sampah, belum lama ini.
Ridwan Kamil membeberkan, produksi sampah per hari di Jawa Barat mencapai 24.790 ton. Sehingga diharapkan dengan bantuan alat pengolah sampah dari Kodam III Siliwangi ini dapat mengurangi sampah minimal 30 persen.
“Saya berharap, dalam hitungan bulan dan tahun ada pengurangan sampah per hari minimal 30 persen dari total 24 ribu lebih,” harapnya.
Selain berfungsi mengurai sampah, alat tersebut juga dapat mengonversinya menjadi bahan bakar. Dimana tentunya hal ini dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, dalam bentuk briket sebagai pengganti batubara yang dibutuhkan oleh industri.
“Sampahnya bisa habis di tempat, tapi habisnya tidak mencemari lingkungan melainkan ramah lingkungan dan punya nilai ekonomi. Ini sampahnya bisa jadi briket, sehinga bersih di lingkungan dan briketnya bisa dijual untuk pengganti batu bara yang biasa dipakai untuk memanaskan mesin atau alat di pabrik-pabrik yang jumlahnya ribuan. Sekitar 60 persen industri di Indonesia adanya di Jawa Barat,” ucapnya.
Hadirnya inovasi ini kata dia, merupakan suatu bentuk kontribusi dari anak bangsa terhadap persoalan lingkungan. Maka dari itu, Kang Emil berencana akan memproduksi massal alat tersebut secara bertahap.
“Saya kira ini adalah kontribusi setiap anak bangsa, apapun jabatan dan institusinya selama cinta tanah air. Kita buktikan apapun masalah bisa diselesaikan, mari kita bersemangata berkontribusi. Jadi atas nama Pemprov Jabar saya berterima kasih dan tugas kami akan memperluas inovasi temuan ini menjadi solusi yang massif, dalam hitungan waktu yang tidak terlalu lama,” terangnya.
Sementara itu, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo berharap alat tersebut menjadi alternatif solusi terhadap masalah lingkungan khususnya sampah. Terlebih diharapkan, alat tersebut dapat menjadi bentuk sumbangsih kepada masyarakat Jawa Barat di 2023.
“Mudah-mudahan ini adalah alternatif solusi bagi persoalan sampah. Kebahagiaan saya di awal tahun ini menyumbangkan ke masyarakat sebagai partisipasi saya atas persoalan sampah. Mudah-mudahan ini jadi solusi yang baik yang saya inisiasi,” tandasnya.*** (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

