Ridwan Kamil Bakal Tengahi Harapan KBB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan bakal menengahi Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan investor terkait harapan pembangunan infrastruktur akses pariwisata di daerah tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan bakal menengahi Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan investor terkait harapan pembangunan infrastruktur akses pariwisata di daerah tersebut.
Hal ini menyusul Bupati Bandung Barat Aa Umbara yang enggan mengakomodir proyek Kereta Api Cepat Indonesia Cina (KCIC).
Ridwan Kamil berpendapat, peryataan Aa Umbara tersebut hanyalah soal harapan yang menginginkan warga KBB merasakan betul manfaat dari pembangunan. Di mana tidak bermaksud menghalang-halangi megaproyek tersebut. Namun, menginginkan pengembang segera membuat komitmen dengan pemerintah daerah.
“Bukan (menolak), jadi nanti saya ngobrol saja dengan KCIC. Karena tidak ada alasan untuk menolak, itu kan proyek strategis nasional. Nanti saya ngobrol dengan Pak Aa Umbara juga,” ujar Ridwan Kamil.
Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengatakan, secara konsep pembangunan kereta cepat bukan proyek lokal yang kendalinya di lokal. Proyek transportasi itu kendalinya berada di tangan presiden atau pusat.
“Saya kira perspektif harus dikedepankan. Saya memahami setiap daerah yang ada investasi tentu harus mendapatkan manfaat baik,” ucapnya.
Diketahui, sebelumnya Aa Umbara mengharapkan sejumlah investor yang menanam modal di KBB turut memberikan kontribusi kepada masyarakat di sekitarnya. Salah satunya meminta PT KCIC membuat akses jalan pariwisata pelebaran jalan Cikalongwetan-Cisarua yang juga jadi salah satu penunjang KCIC.
Terlebih Cikalongwetan terdapat tiga tempat wisata yang potensial untuk dikembangkan, yakni Sendang Geulis Kahuripan, Bukit Senyum, dan Lembang Dano.
"Yang pertama ke Sendang Geulis Kahuripan, itu ada mata air yang benar-benar jernih, air kahuripan. Debit airnya sampai 400 liter per detik, di sana sudah ada kolam renang. Sebetulnya objek wisata ini kurang maksimal karena akses (yang susah dijangkau wisatawan)," ujar Aa.
Menurut dia, Bukit Senyum dan Lembang Dano juga perlu penataan ulang untuk guna menarik pengunjung. Penataan ulang ketiga tempat wisata tersebut ditargetkan dapat selesai pada 2020, sehingga pada 2021 operasional tempat wisata memberi kontribusi yang besar bagi pendapatan asli daerah (PAD).
"Tinggal bagaimana pada 2020-2021 (akses jalan) ini bisa dibuka, jalan minimal selebar 8-10 meter. Ini akan menambah pengunjung. Kalau hari ini, misalkan, ada 250 pengunjung per hari, nanti bisa 1.000 pengunjung. Kalau akhir pekan sekarang bisa 1.500-2.000 pengunjung, nanti bisa 4.000-5.000 pengunjung," katanya.
Setelah menjalin bekerja sama dengan Perhutani dan PTPN, pemerintah desa setempat, dan pihak terkait lainnya, Umbara menyatakan bahwa pengelolaan ketiga tempat wisata itu bakal dilakukan oleh perusahaan daerah. Dengan demikian, PAD yang dihasilkan Pemkab Bandung Barat dapat meningkat. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Doni Ramdhani

