Ridwan Kamil Cocok Pimpin IKN? Begini Pandangan Ahli Perencanaan Kota Bernadus Djonoputro
Benarkah Ridwan Kamil layak pimpin IKN (Ibu Kota Negara)? Simak penuturan ahli perencanaan kota, Bernadus Djonoputro ini:
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ridwan Kamil digadang-gadang bakal jadi Kepala Ibu Kota Negara (IKN). Begini pandangan ahli perencanaan kota, Bernadus Djonoputro.
Bernardus Djonoputro menganalisa ungkapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin mengangkat seorang kepala daerah berlatar belakang arsitek sebagai Kepala IKN. Benarkah mengarah ke Ridwan Kamil?
"Saya kira dari profil yang harus ada lebih dari sekedar arsitek. Yang bisa disebut arsitek itu apa? Yang pertama ia berpengalaman dan mampu menerjemahkan perencanaan makro ke dalam desain mikro. Jadi pengalaman sebagai birokrat, bekerja dengan developer, dan (pernah) bekerja secara swasta penting sekali," kata Bernadus Djonoputro.
Baca Juga: Almarhum Syekh Ali Jaber: Baca Doa Ini, Maka 37.000 Malaikat Berebut Ingin Mencatat Pahalanya
Menurut dia, andai kepala daerah berlatar belakang arsitek yang dipilih memimpin IKN, maka harus memiliki jaringan global.
Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur dinilai Bernie menjadikan Indonesia negara yang merencanakan ibukotanya pindah ke jantung khatulistiwa.
"Dia menjadi perhatian dunia karena membangunnya di Kalimantan. Jadi network internasional dan pengalaman bekerja dengan investor internasional menjadi sangat penting," ujarnya.
Baca Juga: UFC 270: Francis Ngannou Pertahankan Sabuk Juara Kelas Berat Usai Kalahkan Ciryl Gane
Adapun hal yang ketiga, menurut dia, Kepala IKN selain arsitek harus mampu mengurai masalah sosial politik warga yang kompleks.
Mengingat perencanaan IKN bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat. Dan IKN ini menjaga geopolitik nasional.
Dari tiga hal ini dia melihat kriteria Jokowi akan jatuh pada Ridwan Kamil. Terutama karena pengalaman Ridwan Kamil memimpin Jawa Barat yang penuh kompleksitas.
"Jawa Barat itu sebesar Spanyol. Saya kira Pak Ridwan Kamil cocok sekali karena beliau banyak kerja secara praktek arsitek dan perencanaan baik sebelum jadi gubernur atau walikota di perumahan. Maupun setelah jadi gubernur punya link internasioanl sangat kuat," katanya.
Baca Juga: Robert Alberts Akui Persib Sulit Juara BRI Liga 1, Menyerah?
Menurutnya sinyal Jokowi bahwa IKN dipimpin kepala daerah berlatar arsitek sudah tepat mengingat dalam pembangunan IKN diperlukan kombinasi antara arsitek dan pemimpin daerah
"Kenapa karena IKN itu kan rencana kota baru di mana secara makro kota tersebut harus jadi bagian dari sistem pemerintahan," katanya.
Menurutnya kemampuan ini diperlukan sosok yang mengerti urusan perencanaan kota. Kemudian juga di IKN perlu membangun bangunan-bangunan baru di mana pada urusan tersebut level arsitek diperlukan.
"Jadi sinyal lebih tepat dari sinyalnya presiden adalah dibutuhkan keahlian perencanaan kota dan arsitektur karena ada banyak pekerjaan di dalam perencanaan kota yang harus dilakukan. Sama sekali kepala IKN bukan hanya untuk urusan administrasi," tuturnya.
Baca Juga: Para Pemain Arema FC Terpapar Covid-19, Robert Alberts Akui Persib Kini Bingung
Kemudian IKN juga meliputi urusan desain kota hingga pembangunan gedung atau istana. Seluruh urusan ini juga menyangkut sistem transportasi, air bersih, listrik dan utilitas lainnya.
"Itu semua urusan perencanaan kota. Jadi dari sisi keahlian yang dibutuhkan adalah sosok yang paham urban designing dan arsitektur," ujarnya.
Kedua, pihaknya melihat urusan membangun kota baru di indonesia maka pengalaman pemerintah di dalam membangun kota hampir tidak ada.
"Jadi dibutuhkan profil atau orang yang mampu membumikan rencana dan desain ke dalam pembangunan. Dan bisa memprioritaskan mana dulu yang dilakukan supaya dalam kurun waktu rencana tertentu dia harus sampai di mana. Kan perencanan kota itu ada milestone-nya," tuturnya.
Baca Juga: Unik! Terjadi Perang Kentang Goreng di Jepang, Gara-gara Gangguan Impor McD
Pria karib disapa Bernie ini menilai seorang Kepala IKN juga harus mampu membaca rencana makro baik positioning dari ekonominya IKN kemudian sumber daya yang bisa dipakai di IKN juga soal kesejahteraan masyarakat sekitar dan Pulau Kalimantan. "Jadi ini membutuhkan pengalaman integratif," katanya.*** (riantonurdiansyah)
Editor : inilahkoran


