Ridwan Kamil dengan Kenangan Pahit G-30 S PKI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rupanya menyimpan kenangan pahit tatkala Indonesia mempertahankan ideologi kebangsaan Pancasila dari ancaman Partai Komunis Indonesia (PKI). Kala itu, salah seorang keluarganya menjadi korban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rupanya menyimpan kenangan pahit tatkala Indonesia mempertahankan ideologi kebangsaan Pancasila dari ancaman Partai Komunis Indonesia (PKI). Kala itu, salah seorang keluarga dekatnya menjadi korban.
Menurut Ridwan Kamil, sejauh ini Indonesia sudah berkali-kali mendapatkan gangguan dari pihak-pihak yang ingin melemahkan keutuhan bangsa. Namun, upaya itu gagal karena perlawanan para pahlawan yang mengorbankan nyawanya untuk keutuhan NKRI.
"Sejak kemerdekaan sampai hari ini, sejarah sudah membuktikan banyak pihak yang ingin melemahkan, mengganggu dan mengganti (Pancasila). Saya pribadi punya kenangan pahit terhadap peristiwa ini, karena uwa (kakak ibu atau bapak) saya meninggal oleh gerombolan PKI," ujar Ridwan Kamil usai memimpin upacara peringatan Kesaktian Pancasila di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (1/10/2019).
Emil -sapaan Ridwan Kamil- menilai, para pahlawan bangsa memiliki andil besar dalam memperjuangkan keutuhan NKRI. Karena itu, sebagai generasi penerus mesti meneladani dan meneruskan perjuangan dengan berupaya memajukan negeri ini di segala bidang.
"Jadi itu salah satu memori kelam bangsa ini yang hadir di keluarga saya. Kita doakan juga mereka-mereka yang jadi pahlawan revolusi menjadi catatan sejarah, agar jangan sia-sia pengorbanan para jendral (peristwa G30S PKI) itu, menjadikan semangat bangsa untuk maju," ungkap dia.
Lebih lanjut, Emil berharap saat ini elemen bangsa bisa fokus untuk menghadapi tantangan global mewujudkan terget Indonesia menjadi negara adidaya. Merujuk dinamika politik dan sosial yang terjadi saat ini, dia berharap dapat segera tuntas.
"Syaratnya kondusifitas sosial, politik. Saya doakan dinamika hari ini cepat selesai, supaya fokus bangun Indonesia," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah).
Editor : JakaPermana

