Ridwan Kamil Resmikan Kolecer dan Candil
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meresmikan Kotak Literasi Warga Cerdas (Kolecer) dan Maca Dina Library (Candil) di Taman Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (16/12/2018) siang. P
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meresmikan Kotak Literasi Warga Cerdas (Kolecer) dan Maca Dina Library (Candil) di Taman Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (16/12/2018) siang. Peluncuran Kolecer dan Candil dihadiri enam kepala daerah atau wakil kepala daerah di Jabar.
Acara ini ditandai pelantikan Yane Ardian Bima Arya sebagai Bunda Literasi Kota Bogor oleh Bunda Literasi Jawa Barat Atalia Praratya.
Ridwan Kamil mengatakan, buku adalah investasi jangka panjang. Mungkin dua tahun ini tidak terlihat hasilnya, tetapi 10 tahun mendatang akan terasa manfaatnya. Kota Bogor menjadi lokasi peluncuran Kolecer dan Candil yang selanjutnya akan diteruskan di 27 kabupaten kota di Jabar.
"Kota Bogor dipilih karena banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendorong literasi, seperti adanya Taman Kaulinan yang menjauhkan anak-anak dari banyaknya game online. Jadi ini ikhtiar kita bersama," ungkap pria yang akrab disapa Emil.
Emil melanjutkan, tahap awal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyediakan anggaran untuk kotak Kolecer dan Candil di 27 kabupaten/kota. Selanjutnya mendorong pemerintah daerah untuk membuat di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
"Bertahap saat ini dibantu 27 kota dan kabupaten. Nanti per kecamatan dibuat, jadi bisa ada ratusan Kolecer dan Candil di Jawa Barat. Nah kalau di Jawa Barat bisa, maka semua wilayah Indonesia pasti bisa. Ini kan ikhtiar kecil tapi berdampak besar," tambah Emil yang juga mengaku pernah menjadi penjaga perpustakaan.
Menurut Emil, Kolecer dan Candil adalah upaya kecil dari Pemerintah Jawa Barat untuk meningkatkan literasi bangsa Indonesia. Jika saat ini posisi Indonesia di urutan ke 60 dari 61 negara tingkat membacanya, maka ke depan sudah meningkat lagi dan harus melesat naik. Emil mengatakan, ide awal hadirnya Kolecer dan Candil cukup sederhana yakni mendekatkan buku kepada masyarakat.
"Sehingga masyarakat lebih cerdas lagi dengan banyak membaca. Cita-citanya ingin menjadikan masyarakat Indonesia jadi adidaya. Syarat menjadi bangsa adidaya adalah bonus demografi harus kompetitif, selain itu ekonominya, sosial dan politiknya," jelasnya.
Kepala Perpustakaan Nasional Syarif Bando mengatakan, jika semua kepala daerah di Indonesia berkomitmen menjadikan buku sebagai visi misi pembangunannya maka persoalan kekurangan buku tidak akan terjadi.
"Saya mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat, berharap pemerintah daerah lainnya untuk meniru kebijakan ini. Karena literasi merupakan sebuah amanah undang-undang yang harus dijalankan oleh pemerintah, dan mandatori dari Nawacita Presiden Jokowi Widodo dalam mengelola sumber daya manusia," ungkapnya.
Syarif mendukung wacana penggunaan dana desa untuk meningkatkan keberadaan taman bacaan sepertinya Kolecer dilakukan oleh desa-desa.
"Ada dana desa yang bisa dipergunakan untuk membuat taman bacaan," tambahnya.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuturkan, Pemkot Bogor memiliki program literasi salah satunya pojok ekspresi yang ada di setiap kelurahan.
"Upaya kami adalah bagaimana anak-anak Kota Bogor aktif bergerak, bermain di taman, dan membaca, menjauhkan mereka dari ramainya game online seperti mobile legend dan lainnya. Karena saat ini anak-anak menggilai gadget, hal ini yang harus diubah," ungkapnya.
Bima menjelaskan, di masa dirinya dahulu sangat gemar membaca, saat muda dirinya juga senang sekali membaca buku Tintin. Tetapi saat ini berbeda generasi milenial tidak gemar lagi membaca buku, karena itu pemerintah yang harus berperan.
"Saya tidak mau menghilangkan budaya membaca, saya membuat taman kaulinan agar anak-anak tidak melupakan kaulinan sunda yabg tradisional dan bisa mendorong minat baca dengan ada penjelasan ditamannya. Membaca itu penting, banyak wawasan terbuka dengan membaca," pungkasnya.
Editor : inilahkoran

