Mencukur Bulu Kemaluan itu Sunnah dari Nabi, Begini Caranya...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menganjurkan kita untuk selalu rutin mencukur bulu kemaluan.

Mencukur Bulu Kemaluan itu Sunnah dari Nabi, Begini Caranya...
Ilustrasi alat untuk mencukur bulu kemaluan.

INILAHKORAN, Bandung- Mencukur bulu kemaluan adalah sunnah yang terlupakan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memang menganjurkan dan telah memberi contoh tentang caranya.

Dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada sepuluh hal dari fitrah (manusia); Memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu pubis dan istinjak (cebok) dengan air. ” (H.r. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa’i, dan Ibn Majah).

Baca Juga: Dosakah Membatalkan Puasa Sunnah karena Ingin Berhubungan dengan Istri?

Ustaz Ammi nur Baits di situs konsultasisyariah.com menjelaskan, hadis di atas menunjukkan bahwa mencukur bulu dan rambut tertentu hukumnya disyariatkan dan tidak terlarang.

Dalam riwayat yang lain, dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada lima hal termasuk fitrah; Istihdad, khitan, memangkas kumis, mencabut bulu kemaluan, dan memotong kuku.” (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya)

Baca Juga: Sedang Puasa Sunnah? Panjatkan Doa Panjang Umur dan Banyak Harta Ini

Imam as-Syaukani menjelaskan:

Istihdad adalah mencukup bulu kemaluan. Digunakan istilah istihdad, yang artinya mengunakan pisau, karena dalam mencukurnya digunakan pisau. Sehingga bisa dilakukan dalam bentuk dicukur (habis), dipotong (pendek),… (Nailul Authar, 1: 141)

Tata caranya mencukur bulu kemaluan:

As-Syaukani membawakan perkataan Imam an-Nawawi:

Yang paling afdhal adalah dengan dicukur. Yang dimaksud bulu kemaluan adalah rambut yang tumbuh di atas kemaluan lelaki atau sekitarnya. Demikian pula rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan wanita. Dinukil dari Abul Abbas bin Sarij, (termasuk bulu kemaluan) adalah bulu yang tumbuh di sekitar lubang dubur. (Nailul Authar, 1: 141)

Baca Juga: Dahsyat! Punya Rumah di Surga dengan Sholat Sunnah 12 Rakaat

Batas waktu mencukur bulu kemaluan:

Hendaknya, bulu dan rambut yang disyariatkan untuk dipotong, tidak dibiarkan lebih dari 40 hari. Dasarnya adalah hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.” (H.r. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’i). Allahu a’lam...

 


Editor : inilahkoran