Mitos atau Fakta? Fenomena Jin Menikah dengan Manusia dalam Pandangan Islam
Para ulama meyakini bahwa pernikahan antara jin dan manusia memang terjadi. Artinya, ini bukanlah mitos belaka yang tersebar luas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Jin menikah dengan manusia? Sebagian orang meyakini itu kerap terjadi. Ada juga yang bilang mustahil. Bagaimana pandangan islam?
Disadur dari islampos.com dan Majalah Al-Furqon, edisi 8, tahun ke-4, 1426 H, yang harus digarisbawahi terlebih dahulu adalah, jin tidak punya kekuasaan mengganggu manusia melainkan jika dikehendaki Allah Ta'ala. Ini dalilnya:
"Dan tidaklah kamu berkehendak melainkan bila dikehendaki oleh Allah, Rabb semesta alam." (QS. at-Takwir: 29).
Baca Juga: Hiiii....Inilah 10 Pengakuan Palsu Kaum Jin terhadap Manusia
Kita sebagai manusia diperintahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berlindung dari gangguan jin. Misal, ketika hendak berhubungan intim dengan istri.
Ibnu Abbas berkata, "Dari Nabi, beliau bersabda, Bila salah seorang di antara kamu mendatangi istrinya lalu membaca,
"Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari godaan setan dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau anugerahkan kepada kami. Maka bila keduanya dianugerahi anak, setan tidaklah membahayakan baginya." (HR. Bukhari: 3031).
Baca Juga: Awas Jin Suka Mengganggu Anak-anak Kita! Amalkan Doa-doa Ini, Lengkap Tulisan Arab dengan Artinya
Menikahi Jin
Untuk persoalan ini, para ulama meyakini memang pernah terjadi. Bahkan, Ibnu Taimiyyah berkata,
"Dan kadangkala manusia menikah dengan jin dan melahirkan anak pula, ini banyak terjadi. Banyak Ulama yang menjelaskan dan berbicara tentang hal ini, namun para ulama tidak suka menikah dengan jin." (Lihat: Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah: 3/39)
Banyak manusia yang melabrak hukum-hukum islam termasuk berhubungan atau menjalin kedekatan hingga menikah dengan jin. Ini jelas dosa besar.
Baca Juga: Ternyata Jin Bisa Membunuh Manusia?
"Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (manusia dan jin), (dan Allah berfirman), Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia. Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia, Ya Rabb kami, sesungguhnya sebagian dari kami (manusia) telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain (jin) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami. Allah berfirman, Neraka itulah tempat tinggal kamu semua, sedang kamu semua kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)," (QS. al Anam/6: 128).
Baca Juga: Tempat-tempat Jin di Rumah Kita
Di dalam tafsirnya, Ibnu Katsir rahimahullah juga mengutip perkataan al Hasan, "Arti sebagian jin dan manusia saling mendapat kesenangan satu sama lain, tidak lain ialah jin telah memerintahkan dan mempekerjakan manusia," (Lihat Tafsir Ibnu Katsir dengan diringkas, tentang Surah al Anam/6 ayat 128).
Baca Juga: Awas! Dirasuki Jin karena Syahwat Jatuh Cinta
Sementara itu, Syaikh Abdur-Rahman bin Hasan Aalu asy Syaikh menukil penjelasan Imam Mula Ali al Qari, "Kesenangan yang didapatkan manusia dari jin ialah, ketika jin memenuhi kebutuhan manusia, menuruti perintah manusia dan memberikan informasi tentang hal-hal ghaib. Sedangkan kesenangan yang diperoleh jin dari manusia ialah, ketika manusia mengagung-agungkan jin, meminta perlindungan dan tunduk kepada jin," (Lihat Fat-hul Majid Syarh Kitab at Tauhid, Syaikh Abdur Rahman bin Hasan Aal asy Syaikh, Bab Minasy-Syirki al Istiadzatu bi Ghairillah. Allahu'alam.***
Editor : inilahkoran


