Mau Bayar Utang Puasa Ramadhan Tapi Lupa Hitungannya, Buya Yahya Jelaskan Cara Mudahnya
Buya Yahya pun menjelaskan cara untuk membayar hutang puasa ramadhan yang tidak dilunasi selama bertahun-tahun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebagian orang yang mempunyai utang puasa ramadhan terkadang lupa jumlah puasa yang ditinggalkannya.
Buya Yahya pun menjelaskan cara untuk membayar utang puasa ramadhan yang tidak dilunasi selama bertahun-tahun.
Sebelum membayar hutang puasa, Buya Yahya menyampaikan hendaklah untuk menyesali perbuatan meninggalkan puasa tersebut.
Baca Juga: Temuan Kasus Covid-19 di Kota Bandung Kembali Merata di Semua Kecamatan
"Kamu harus menyesali masanya kamu pernah meninggalkan sholat dan puasa. Dan istigfar yang banyak. Mohon ampunnya harus," tutur Buya Yahya dikutip Inilah Koran dari YouTube Al Bahjah Tv, Selasa 1 Februari 2022.
Kemudian, Buya Yahya mengatakan yang kedua adalah wajib mengqhadanya dengan mengambil catatan untuk menghitung kira-kira berapa hutang puasa yang harus dibayar.
"Catat dulu kira-kira berapa dan setelah ketemu catatannya, lupakan dugaan, ikuti catatannya misalnya 'Saya punya utang puasa 10 tahun berarti 10 bulan, dulu puasanya 10 hari' berarti 30 dikali 10 dikurangi 10, dapet 200 hari. kemudian setelah itu anda catat dan qadha. Lalu bagaimana cara mengqhadanya?," tanya Buya Yahya.
Baca Juga: Harta Jadi Bekal di Akhirat Kelak, Kok Bisa? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut Ini!
Buya Yahya menyampaikan waktu untuk mengqadha hutang puasa ramadhan yang telah ditinggalkan bisa di saat orang lain menjalankan puasa sunnah.
"Jika itu puasa ambil waktu-waktu di mana orang puasa sunnah anda puasa wajib mengqadha, Senin Kamis anda tekuni semampunya," ucap Buya Yahya.
Lantas, bagaimana jika hutang puasanya belum lunas tetapi sudah meninggal dunia? begini kata Buya Yahya.
Baca Juga: Orang Sabar dalam Hijrah Dijamin Dapat Cinta Allah, Ustadzah Peggy Melati Sukma: Berkorbanlah...
"Jika suatu saat anda sudah kuat mengqhada untuk lebih banyak lagi anda bisa bayar utang puasanya lebih banyak lagi. Jika keburu mati sebelum lunas hutangnya, anda sudah niat membayar Allah maha pengampun, ini untuk orang hijrah," jelasnya.***
Editor : inilahkoran


