Mengenal Buraq, Tunggangan Rasulullah SAW Saat Peristiwa Isra Miraj, Buya Yahya: Lebih Besar dari Keledai
Banyak yang menggambarkan bahwa wujud buraq merupakan kuda putih. Bahkan, ada yang mengatakan buraq itu bersayap dan berkepala wanita.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Salah satu hal yang terus membuat penasaran saat peristiwa Isra Miraj Rasulullah SAW ialah Buraq.
Buraq merupakan tunggangan atau kendaraan Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan menuju langit ketujuh atau Sidratul Muntaha.
Banyak yang menggambarkan bahwa wujud buraq merupakan kuda putih. Bahkan, ada yang mengatakan buraq itu bersayap dan berkepala wanita. Lantas, benarkah hal itu?
Baca Juga: Amalan Wajib Bagi Ibu Hamil, Ustadz Abdul Somad: Supaya Anak Dipenuhi Kebaikan
Buya Yahya pun menjelaskan terkait sosok buraq, kendaraan Rasullah SAW saat Isra Miraj.
"Buraq Nabi Muhammad SAW tidak pernah disifati dengan gambar yang cantik. Itu kan bualan, ada yang disebar di masyarakat satu gambar katanya buroqnya Rasullah kuda bersayap kemudian wajahnya perempuan cantik, innalillah itu bualan itu adalah perbuatan orang yahudi," ujar Buya Yahya dikutip Inilahkoran dari YouTube Al Bahjah TV, Senin 28 Februari 2022.
Buya Yahya menyampaikan bahwasannya sosok buraq yang terdapat di beberapa gambar di masyarakat tidak seperti itu dan hal tersebut juga dikarenakan adanya hadits palsu.
"Yang jelas tidak seperti itu dan memang ada riwayat palsu dinisbatkan kepada kaum muslimin kepada Nabi menceritakan seperti itu, mangkanya hati-hati mengambil riwayat itu adalah dusta," terang Buya Yahya.
Baca Juga: Berikut Ini Sunnah Rasul Kelola Keuangan, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Ada Hak Orang Lain!
Meski tidak ada penggambarannya, Buya Yahya menyampaikan bahwa Rasulullah SAW hanya menyifati sosok buraq tersebut.
"Jadi buraq Nabi tidak seperti itu, akan tetapi disifati oleh Nabi SAW ini, sifatnya adalah putih lebih gede dari keledai kemudian melompatnya sangat jauh sekali, sejauh mata memandang. dan bisa melakukan perjalanan yang cepat sekali. Buraq itu sudah ada kendalinya, sudah ada pelananya, tempat duduknya indah," tutur Buya Yahya.
Sebelum ditunggangi oleh Rasulullah SAW, buraq tersebut liar saat dibawa oleh Malaikat Jibril. Namun, karena tahu akan dibawa ke Rasulullah, buraq tersebut akhirnya menjadi penurut.
"Dalam riwayat Imam Bukhari dan muslim, mula-mula waktu dibawa oleh Malaikat Jibril gak mau gak ngerti mau dibawa ke mana. akhirnya Malaikat Jibril berkata bahwa buraq akan dibawa ke orang yang paling mulianya makhluk Nabi Muhammad SAW," jelas Buya Yahya.
Jadi jelas, buraq bukanlah kuda putih bersayap dan berkepala wanita karena Nabi Muhammad SAW tak pernah memberikan gambar pasti dari sosok buraq tersebut, Nabi hanya menyifatinya saja.***
Editor : inilahkoran


