Bukan Syahadat Ulang! Mending Lakukan Ini untuk Taubat dari Dosa Syirik Kata Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat meluruskan pemahaman sebagian orang yang menyebut syahadat ulang sebagai syarat wajib taubat dari dosa syirik.

Bukan Syahadat Ulang! Mending Lakukan Ini untuk Taubat dari Dosa Syirik Kata Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tentang syahadat ulang sebagai syarat taubat dari dosa syirik.

INILAHKORAN, Bandung- Ustadz Adi Hidayat menyebut syahadat ulang bukanlah hal wajib dilakukan ketika seseorang ingin taubat dari dosa syirik.

Menurut Ustadz Adi Hidayat di channel Youtube Adi Hidayat Official, dosa syirik memang bakal membinasakan para pelakunya di akhirat kelak.

Banyak yang meyakini, syahadat ulang adalah syarat mutlak seseorang ketika taubat dari dosa syirik tapi Ustadz Adi Hidayat meluruskan pemahaman tersebut.

Baca Juga: Daftar Musisi yang Bakal Hibur Penonton MotoGP di Mandalika, Padi Reborn hingga Feel Koplo

“Yang perlu dilakukan adalah sungguh-sungguh dalam taubat dan berjanji tidak melakukannya lagi,” jelas Ustadz Adi Hidayat.

Menurut UAH-sapaan Ustadz Adi Hidayat-, sebenarnya syarat semua taubat dari dosa yang Allah perintahkan adalah bersungguh-sungguh dalam taubat. 

Ya, bersungguh-sungguh menyesali dan menjauhi dosa syirik tersebut sampai nyawa ada di kerongkongan.

Baca Juga: Dua Klub Raksasa Italia AC Milan dan Lazio Dikabarkan Bersaing Datangkan Nicolo Casale

Artinya sibukan diri saat hidup untuk perbanyak taubat karena tidak ada syarat spesifik dari Allah untuk bertaubat kecuali mati.

“Bahkan ada juga pelaku dosa syirik yang bertaubat hingga masuk surga tanpa hisab,” lanjutnya.

Maksud dari dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah jika benar-benar sampai mati ia tidak bertaubat dengan benar.

Baca Juga: Crazy Rich Sudah Ada Sejak Zaman Nabi, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Perbedaanya dengan Sekarang...

Malah mati dalam keadaan syirik atau tidak mengimani Allah sebagai Tuhannya, itu tidak akan ada ampunan dari Allah.

Jadi pelaku dosa syirik tidak perlu bersyahadat ulang jika ingin bertaubat, cukup tidak mengulangi lagi kesalahan fatal tersebut.***(Lia Kamilah)

 


Editor : inilahkoran