Bulan Syaban Buku Catatan Amalan Ditutup, Ternyata Hadist Palsu? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat!

Satu bulan menuju bulan Ramadhan jatuh kepada bulan Syaban yang juga banyak mengandung kebaikan di dalamnya.

Bulan Syaban Buku Catatan Amalan Ditutup, Ternyata Hadist Palsu? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat!
Bulan Syaban Buku Catatan Amalan Ditutup, Ternyata Hadist Palsu? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat!

INILAHKORAN, Bandung- Satu bulan menuju bulan Ramadhan jatuh kepada bulan Syaban yang juga banyak mengandung kebaikan di dalamnya.

Tapi banyak hadist palsu yang tersebar bahwa pertengahan Bulan Syaban Buku Catatan Amalan Ditutup, kata Ustadz Adi Hidayat.

Dikutip dari Youtube Adi Hidayat Official menjelaskan bahwa jika buku catatan amalan manusia ditutup maka manusia bebas melakukan apapun tanpa ada hukum syariat Islam yang mengatur.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Dalam Sepekan Harga Daging Naik 20 Persen

“Buku catatan amal ditutup jika manusia telah mati,” jelas Ustadz Adi Hidayat.

Yang ada hanya pengangkatan pena artinya tidak ditulis perbuatan tertentu oleh manusia, tapi bukan di bulan Syaban ataupun Ramadhan.

Ada 3 golongan yang Allah bebaskan dari hisab, perbuatannya tidak dicatat dalam buku amalan.

  1. Anak kecil belum baligh

Contoh mislanya dia tidak sholat, maka tidak akan Allah hisab sebelum baligh.

Baca Juga: Denny Darko Bongkar Afiliator yang Bakal Susul Doni Salmanan dan Indra Kenz: Inisialnya...

“Itu diangkat penanya, tapi bukunya masih terbuka,” lanjutnya.

  1. Orang dalam gangguan jiwa

Yang terganggu kesadarannya itu tidak Allah hisab perbuatannya. Jadi jika orang tersebut menggangu manusia, jangan marah karena Allah pun tidak menghisab perbuatannya.

  1. Orang tidur sampai bangun

Jika ada diantara kita sedang tidur dan melewatkan waktu subuh misalnya, itu tidak dosa dan tidak dihisab oleh Allah SWT.

Baca Juga: Pembacok Kiai Faris Ashr Wadaher Indramayu Ditangkap, ini Dia Kronologisnya

Nah saat bangun baru dimulai kembali dituliskan dalam buku catatan amal semua perbuatannya. Bukunya tetap terbuka.

Menurut Ustadz Adi malaikat tidak pernah sengaja menutup buku amalan untuk sengaja membukanya lagi.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran