Jelang Ramadan, Dalam Sepekan Harga Daging Naik 20 Persen

Harga daging di pasar tradisional Kosambi mengalami kenaikan jelang Ramadan dan dalam seminggu kenaikan capai 20 persen

 Jelang Ramadan, Dalam Sepekan Harga Daging Naik 20 Persen
Jelang bulan puasa Ramadan harga daging di Kota Bandung mulai merangkak naik.

INILAHKORAN, Bandung - Harga sejumlah bahan pokok seperti daging ayam dan daging sapi di pasar tradisional Kosambi, Kota Bandung mulai mengalami kenaikan menjelang Ramadan 1443 Hijriah.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Kosambi, Amin mengatakan, peningkatan harga daging ayam telah dirasakan dalam satu minggu terakhir dengan angka mencapai 20 persen.

"Dalam waktu seminggu ini, naik 20 persen. Daging ayam boiler hidup antara Rp 17-18 ribu per kilogram, sekarang Rp 22 ribu. Kalau bersih dari Rp 30 ribu, jadi Rp 38 ribu per kilogram," kata Amin pada Rabu 9 Maret 2022.

Menurut Amin, kenaikan harga daging ayam bersih bisa terus naik pada bulan puasa. Diperkirakan akan mencapai Rp 45-47 ribu per kilogram. Sedangkan pada hari Lebaran bisa mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

Baca Juga: Petani KBB Kecewa Harga Tomat Anjlok, Minta Pemkab Carikan Solusi

"Kenaikan ini karena yang biasanya masyarakat tidak membeli daging ayam, sekarang belanja. Jadi itu yang menyebabkan harga naik. Juga stok yang ada hanya ayam yang belum besar yang di panen," ucapnya.

Kondisi saat ini, dituturkan Amin membuat keuntungan yang didapat pedagang menipis. Sebab meski harga daging ayam naik, namun mereka yang membeli khususnya rumah makan tidak naik.

"Jual ke rumah makan itu kan enggak bisa dinaikkin. Paling naik hanya dua persen," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang pedagang daging sapi Rizki mengaku kenaikan harga daging sapi terjadi sepuluh hari terakhir. Sebelumnya, kenaikan harga jelang Ramadhan biasa terjadi satu pekan terakhir.

Baca Juga: Ajukan Penangguhan Penahanan, Doni Salmanan Siap Kooperatif

"Jual daging sapi yang bagus Rp 140 ribu per kilogram yang harusnya Rp 145 ribu. Tapi konsumen enggak ada yang beli. Iya, situasi sekarang membuat daya beli menjadi menurun," kata Rizki.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku akan berkirim surat kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk segera mencari solusi terkait situasi saat ini.

"Insya Allah melalui dinas terkait, kita terus pantau. Mudah-mudahan kita juga bersurat terus ke pemerintah pusat ke Kementerian Perdagangan. Memang ada yang langka, kita minta operasi pasar," kata Yana Mulyana. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran