Ini Manfaat Puasa Ramadhan, Telah Diakui Ilmuan Dunia
Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara dr. Agus Ujianto mengungkap Manfaat puasa Ramadhan yang sudah diakui oleh ilmuan dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara dr. Agus Ujianto, Sp.B, M.Si.Med mengungkap Manfaat puasa Ramadhan yang dapat menyehatkan jasmani maupun rohani.
Agus Ujianto mengatakan banyak penelitian di dalam maupun luar negeri yang telah membuktikan Manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan.
Lebih lanjut, Agus Ujianto menyebut Manfaat puasa Ramadhan sangat menyehatkan bagi semua umur, bukan hanya bagi orang dewasa saja.
Baca Juga: Supardi Pamit, Mulai Dari Pemain Hingga Legenda Persib Beri Ucapan Begini
"Tetapi juga bagi anak-anak, orang tua, wanita hamil, dan semua orang yang mau melakukannya," kata Agus Ujianto dikutip dari Antara, Selasa, 5 April 2022.
Dia mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan mental, fisik, dan sosial yang lengkap, sehingga bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan.
Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Perdigti) itu mengatakan banyak penelitian di dalam maupun luar negeri yang telah membuktikan Manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan.
Baca Juga: Lirik Laguâ Roman Picisan – Ahmad Dhani feat Hanin Dhiya
"Jadi, kesehatan yang didapatkan pada orang yang berpuasa tidak hanya secara fisik, juga sehat secara mental dan sosial," ungkap Agus Ujianto
Agus menyebut, semua penyakit dalam tubuh manusia seperti diabetes dan jantung bisa disembuhkan dengan cara melakukan terapi puasa karena berpuasa itu melatih stres.
Agus mengatakan stresor dalam bidang kesehatan merupakan stimulus atau peristiwa yang menimbulkan respons stres pada suatu organisme.
Baca Juga: Kota Bogor Gencar Gelar Vaksinasi Booster di Bulan Ramadhan
"Bukan hanya stres fisik saja, tapi sampai ke organ dan sel-sel yang ada di dalam tubuh kita,” tutur Ketua Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Banyumas.
“Dengan berpuasa, kita bisa stresor kekebalan tubuh kita, kekuatan saraf, fungsi pencernaan, fungsi jantung, hingga ke tulang-tulang maupun sel organ dalam tubuh kita," sambungnya.
Menurut dia, berpuasa merupakan sesuatu yang sangat menyehatkan juga diakui oleh sejumlah ilmuwan barat dengan menyebutnya sebagai "intermittent fasting" atau puasa intermiten (berjeda).
Baca Juga: Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Dilibatkan dalam Percepatan Vaksinasi Booster
"Kalau dalam bahasa kita, jeda pada puasa intermiten itu merupakan waktu antara buka puasa dan sahur," ujar mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banjarnegara itu.
Ia mengatakan puasa intermiten sudah banyak digunakan sebagai terapi pada penyakit epilepsi, jantung, dan saraf.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Nikfarjam pada tahun 2013, kata dia, diketahui bahwa saat puasa Ramadhan hingga satu bulan setelah Ramadhan terjadi peningkatan kecerdasan emosional, identifikasi diri, kontrol impuls, dan responsibilitas.
Baca Juga: Amalan Ramadhan, Dzikir Pembuka Pintu Rezeki, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Ucapkan Sebanyak Mungkin
"Penelitian terbesar di dunia yang dilakukan oleh keluarga Buchinger Wilhelmi selama 100 tahun menunjukkan bahwa puasa sangat baik untuk kesehatan," kata Agus.***
Editor : inilahkoran


